Mengapa Iran Disebut Ibu Kota Operasi Hidung Dunia
Sejak tahun 1979, Iran telah menjadi salah satu pusat bedah plastik terkemuka di dunia. Berbeda dengan negara lain yang mengejar berbagai jenis operasi plastik, di Iran, fokusnya hampir secara eksklusif pada hidung.
Hidung yang kecil, lancip, dan terangkat (sering disebut hidung orang Barat) dianggap sebagai standar kecantikan yang ideal. Banyak orang Iran dengan akar Persia memiliki hidung yang lebih besar dengan punuk yang jelas, yang ingin mereka "koreksi".
Menurut The Guardian, pada tahun 2013, Iran memiliki tingkat operasi hidung tertinggi di dunia.
Diperkirakan ada 200.000 jumlah tindakan rhinoplasty. Angka ini sangat menakjubkan mengingat populasi Iran adalah sekitar 88 juta.
Ini berarti sekitar 0.25 persen dari seluruh populasi melakukan rhinoplasty setiap tahunnya. Jika hanya mempertimbangkan populasi dewasa muda, persentasenya akan jauh lebih tinggi.
"Wajah asli Iran sedang terdistorsi melalui prosedur invasif," ujar Babak Nikoumaram, ketua Perhimpunan Ahli Bedah Plastik dan Estetika Iran (ISAPS), kepada Bita Ghaffari dari Financial Times di Teheran.
"Standar kecantikan Barat yang tidak sesuai dipaksakan kepada orang Iran."
Sebagian besar perempuan mendatangi ahli bedah kosmetik untuk memperkecil ukuran hidung mereka dan "membuat ujung hidungnya lebih runcing ke atas.
Prosedur yang dulunya hanya diperuntukkan bagi orang kaya dan paruh baya kini telah menjadi arus utama.
Ilustrasi bedah plastik
Faktor budaya dan estetika
Kode berpakaian yang ketat untuk perempuan Iran bahkan mendorong industri ini. Wajah yang terbuka menjadi lebih penting ketika perempuan diharuskan menutupi rambut dan tubuh.
Namun, pada tahun 2018, parlemen Iran mengancam akan memenjarakan dan mencambuk warga negara yang memilih operasi kosmetik yang "tidak Islami".
Meningkatnya prosedur bedah kosmetik juga membuat para dokter di Iran khawatir. Klien mereka yang sebagian besar perempuan mengeluhkan rasa tidak percaya diri yang dipicu oleh media sosial dan daya tarik kecantikan.
Beberapa perempuan mengatakan bahwa media sosial dan normalisasi kesempurnaan telah membuat mereka merasa tidak aman.
Kecantikan juga membawa pengaruh pada status sosial dan ekonomi. Dalam sebuah wawancara, seorang perempuan mengatakan mereka yang menarik akan didekati dengan lamaran pernikahan yang lebih baik dan mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi.
Iran juga telah muncul sebagai "pusat terkemuka untuk wisata medis", menurut Tehran Times. Para pasien tertarik dengan regulasi yang lemah, biaya rendah, dan keahlian dokternya yang dianggap tinggi.
Karena permintaan yang sangat tinggi, dokter bedah plastik Iran telah mengembangkan keahlian yang luar biasa dan diakui secara internasional dalam teknik rhinoplasty.
Menurut data ISAPS, pada tahun 2022, 8,5 persen klien bedah kosmetik berasal dari luar Iran.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.