Galar Pandu Ungkap Transformasi Mental Tim Panjat Tebing: Dari Trauma Menuju Komunikasi Terbuka
Galar mengungkapkan bahwa perbedaan mencolok terlihat pada suasana latihan harian. Hubungan antaratlet kini lebih menyatu dan didominasi oleh atmosfer saling mendukung, sebuah pemandangan yang sempat hilang akibat kasus kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang melibatkan oknum pelatih sebelumnya.
"Mereka berlatih dengan lebih ceria, satu sama lain juga ada komunikasi, saling peduli. Sudah sangat berbeda ketika sebelum saya masuk untuk melatih," ujar Galar saat ditemui di pusat latihan nasional (Pelatnas), Kota Bekasi, Sabtu (4/4).
Reformasi Pola Komunikasi
Galar menjelaskan bahwa salah satu kunci pembenahan utama adalah perubahan pola komunikasi. Jika sebelumnya pengambilan keputusan terkesan sepihak, kini tim pelatih mengedepankan aspek transparansi dan kolektivitas.
Kehadiran asisten pelatih putri juga menjadi langkah strategis untuk menjembatani komunikasi bagi atlet perempuan, guna memastikan kenyamanan dan keamanan mereka selama di Pelatnas.
"Terkait atlet yang ingin izin dan lain-lainnya, sekarang kami komunikasikan bersama. Jadi keputusan tidak diambil hanya oleh satu orang atau saya sendiri saja," tegas mantan pelatih Pelatda Jawa Timur tersebut.
Tetap Profesional dengan SOP Ketat
Meski mengedepankan sisi humanis dan keceriaan, tim pelatih tetap mempertahankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah berjalan baik. Evaluasi terus dilakukan untuk memastikan performa atlet tetap berada di level tertinggi tanpa harus mengabaikan kesehatan mental mereka.
Setiap masukan atau kebutuhan atlet kini diproses melalui pertimbangan matang oleh tim pelatih agar keputusan yang diambil benar-benar demi kepentingan bersama. Kondisi kondusif ini juga dilaporkan terjadi pada tim disiplin lead dan boulder.
Galar optimistis dengan suasana baru yang lebih terbuka ini, performa atlet speed Indonesia akan terus meroket menghadapi agenda kompetisi internasional mendatang. Sementara itu, terkait kasus hukum yang melibatkan oknum pelatih sebelumnya, saat ini prosesnya masih terus berjalan di pihak kepolisian.