Agrinas Pastikan 1.000 Unit Pertama Pikap India Masuk Indonesia
Impor pikap berjumlah 105 ribu unit dari India terus menuai polemik. Bahkan beberapa pihak menyarankan untuk dibatalkan.
Akan tetapi, Agrinas Pangan Nusantara tetap pada pendiriannya. Mereka bakal melanjutkan pembelian produk dari Mahindra & Mahindra serta Tata Motors.
Hal itu karena sampai sekarang pemerintah belum membuat keputusan resmi. Sehingga mereka bakal memperjuangkan apa yang telah berjalan.
“Jadi pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa dokumen yang sudah kami miliki ini, ditambah dengan kontrak (akan ditunjukan),” ungkap Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara seperti diberitakan Katadata sebelumnya.

Menurut Joao, ia berniat untuk bertemu dengan para anggota DPR. Hal itu agar seluruh pihak mendapatkan informasi secara utuh dan tidak hanya dari satu sisi.
Di sisi lain, menurut kabar beredar beberapa unit pikap yang diimpor dari India itu sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Nantinya akan ada 1.000 kendaraan komersial yang datang dari India sampai akhir Februari 2026. Jadi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Koperasi Merah Putih.
Apalagi menurut Joao, mereka sedang membangun sekitar 30.712 Koperasi Merah Putih. Kemudian yang sudah jadi berkisar 1.357 bangunan di seluruh Indonesia.
“Sehingga itu mendesak untuk segera kita suplai (kepada para petani),” lanjut Joao.
Lebih jauh dijelaskan, impor pikap dari Mahindra maupun Tata Motors dapat membantu mobilitas para petani.
Terutama untuk mengangkut hasil pertanian. Kemudian mendistribusikannya kepada konsumen atau masyarakat.
“Jadi harapan bapak Presiden, dengan kehadiran Koperasi Merah Putih kita bisa memberikan harga yang pantas kepada para petani atas produk-produk yang mereka buat,” tutur Joao.
Meski begitu, ia menekankan bahwa Agrinas Pangan Nusantara akan patuh terhadap arahan dari pemerintah.
Terkhusus jika mereka diminta, untuk menghentikan rencana pengadaan ratusan ribu pikap dari India tersebut.
“Tetapi kalau negara dan DPR mengatakan bahwa kami harus hentikan, kami hentikan dengan segala risiko,” tegas Joao.
Joao menuturkan bahwa mereka berkomitmen patuh serta loyal terhadap keputusan negara. Sehingga Agrinas tidak akan membantah.

Sekadar mengingatkan, beberapa waktu lalu Agrinas Pangan Nusantara dikabarkan bakal mengimpor 105 ribu pikap dari India. Total pengadaan tersebut mencapai Rp24,6 triliun.
Dengan rincian, 35 ribu unit adalah Scorpio produksi dari Mahindra & Mahindra. Sementara 70 ribu sisanya didatangkan oleh Tata Motors.
Tata Motors memasok 35 ribu pikap Yodha dan 35 ribu unit Ultra 7.7. Semua akan digunakan untuk Koperasi Merah Putih.