Doa-doa Menyambut Ramadhan 1447 H Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah segera tiba. Kepastian awal Ramadhan pun mulai diumumkan oleh sejumlah pihak.
Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 dan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Perbedaan penetapan tersebut merupakan hal yang kerap terjadi karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.
Di tengah penantian datangnya bulan puasa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa sebagai bentuk kesiapan hati menyambut bulan penuh rahmat dan ampunan.
Rasulullah SAW telah mencontohkan sejumlah doa yang dapat dibaca saat memasuki awal Ramadhan, ketika melihat hilal, hingga menjelang berbuka puasa.
Berikut rangkaian doa lengkap beserta teks Arab, transliterasi, dan artinya yang dikutip dari NU Online serta buku Panduan Ibadah Ramadhan karya Annisa Nurul Hasanah.
Apa Doa Saat Memasuki Awal Ramadhan?
1. Doa yang diriwayatkan Imam At-Thabarani dan Imam Ad-Dailami
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ
Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.
Artinya:
"Ya Allah, selamatkanlah aku demi ibadah Bulan Ramadhan, selamatkanlah Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku di Bulan Ramadhan."
Doa ini mengandung harapan agar diberikan umur panjang, kesehatan, serta kemampuan menjalani Ramadhan dengan penuh ketaatan.
2. Doa melihat hilal (HR Abu Dawud)
هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ مرتين، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ ثلاث مرات، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا ، وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا
Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu billadzī khalaqaka (3 kali), alhamdulillāhilladzī dzahaba bi syahri kadzā wa jā’a bi syahri kadzā.
Artinya:
"Bulan petunjuk dan kebaikan (2 kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (3 kali). Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan bulan itu dan mendatangkan bulan ini."
Doa ini dibaca ketika melihat hilal sebagai tanda datangnya bulan baru, termasuk Ramadhan.
3. Doa yang diriwayatkan Imam Ahmad
اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمَحْشَرِ
Allāhu akbar, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīm. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzasy syahri wa a‘ūdzu bika min syarril qadari wa min syarril mahsyari.
Artinya:
"Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir serta keburukan hari mahsyar."
Bagaimana Niat Puasa Ramadhan yang Benar?
Selain doa, niat merupakan syarat sah puasa. Untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat dilakukan pada malam hari sejak terbenam matahari hingga sebelum fajar.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
"Saya berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala."
Perlu diingat, niat tempatnya di dalam hati. Mengucapkannya secara lisan hukumnya sunnah untuk membantu memantapkan hati.
Apa Doa yang Dibaca Saat Berbuka Puasa?
Waktu berbuka merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Berikut beberapa bacaan yang dianjurkan:
1. Versi pertama (HR Abu Dawud)
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabaz dzama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyā Allah.
Artinya:
"Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah."
2. Versi populer
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allāhumma laka shumtu wa ‘alā rizqika afthartu.
Artinya:
"Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."
3. Doa gabungan
اللَّهُمَّ إِنِّي لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَبِكَ آمَنْتُ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى، يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اغْفِرْ لِي، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Doa-doa tersebut menjadi bagian dari rangkaian ibadah yang menyempurnakan pelaksanaan puasa.
Dengan memperbanyak doa sejak awal Ramadhan hingga waktu berbuka, umat Islam diharapkan dapat menjalani bulan suci dengan hati yang bersih, penuh harap, dan kesungguhan dalam beribadah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang