Keberadaan Tombol Fisik Pada Mobil Listrik Cina Akan Ditingkatkan

Saat ini banyak mobil listrik modern yang menyuguhkan tampilan kokpit minimalis. Hampir semua pengaturan kendaraan diletakkan di sebuah layar besar, menjadi satu dengan sistem infotainment.

Hal tersebut ternyata mulai mencuri perhatian banyak pihak. Sebab dinilai bisa memecah konsentrasi pengemudi.

Sehingga sangat membahayakan para pengendara. Sebab risiko kecelakaan di jalan raya menjadi cukup tinggi.

Berangkat dari fakta di atas, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina melakukan revisi aturan keselamatan pada sebuah Electric Vehicle (EV).

Hyundai Klaim Pengguna Mobil Lebih Suka Tombol Fisik di Kabin

Melansir laporan Carnewschina pada Senin (16/02), mereka akan mewajibkan keberadaan tombol fisik, terutama untuk fitur-fitur dasar.

Semisal buat mengaktifkan advanced driving assistance system (ADAS), sehingga bisa memberikan keamanan serta keselamatan lebih kepada pengendara.

“Persyaratan baru ini akan diwajibkan untuk kendaraan yang diproduksi mulai 1 Juli 2026,” tulis mereka.

Aturan anyar di atas merupakan revisi terhadap standar GB4094-2016. Membahas mengenai penandaan komponen kontrol otomotif, indikator dan perangkat sinyal.

Keputusan di atas ingin memastikan kontrol utama kendaraan dapat diakses, digunakan serta sebagian besar bisa dioperasikan tanpa melihat saat mengemudi.

“Tanpa terlalu bergantung pada input visual dan mengurangi gangguan yang disebabkan oleh layar utama,” lanjut mereka.

Dalam laporan tersebut, revisi aturan itu melibatkan banyak pihak. Termasuk produsen mobil listrik seperti BYD, Geely sampai Great Wall Motor.

Disebutkan bahwa untuk sistem penerangan seperti sein hingga hazard harus ada tombol fisik. Kemudian pemindah transmisi dilarang diletakkan di layar utama.

Selain itu pengaturan wiper kaca depan, membuka jendela hingga sistem panggilan darurat (AES) serta pemutus daya mobil listrik juga wajib tersedia dalam bentuk fisik.

Lebih jauh dijelaskan masih ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Ambil contoh, ukuran tombol fisik minimal 10 mm x 10 mm.

Wajib memberikan kemudahan penggunaan. Lalu keandalan atau fungsi dasar tetap bisa dioperasikan saat mobil listrik rusak maupun kehilangan daya.

Gagang Pintu Elektrik Dihilangkan

Gagang Pintu Tersembunyi Akan Dihilangkan, Membahayakan Pengemudi

Di sisi lain, usaha pemerintah Cina guna memberikan rasa aman kepada masyarakat tidak berhenti sampai di situ. Sebab sebelumnya mereka membuat aturan baru untuk mobil listrik di sana.

Ambil contoh, Tiongkok resmi melarang penggunaan door handle atau gagang pintu elektrik retractable. Kebijakan ini resmi diberlakukan mulai 2027.

Pada aturan baru itu ditegaskan setiap mobil keluaran baru wajib menggunakan gagang pintu mekanis atau konvensional.

Door handle konvensional disebut lebih mudah dioperasikan, khususnya dalam kondisi darurat seperti kecelakaan, mengingat tidak membutuhkan aliran listrik.