BMW Alih Strategi Setelah DIgempur Mobil Listrik Cina

 Gempuran mobil Cina di Indonesia belum selesai. Setelah Xpeng, deretan manufaktur Tiongkok lain mulai memboyong brand premium mereka ke pasar Tanah Air.

BYD menghadirkan sub merek Denza. Kemudian Chery Group meluncurkan Lepas yang menyasar konsumen segmen premium melalui beberapa model Sport Utility Vehicle (SUV).

Di era elektrifikasi, BMW mengaku semakin berhati-hati dalam membawa produk Electric Vehicle (EV) baru ke dalam negeri.

“Kondisi (pasar) mobil listrik di Indonesia sangatlah berbeda,” buka Peter Sunny Medalla, President Director BMW Group Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jumat (17/04).

Denza B5

Menurut Sunny, saat ini pasarnya semakin kompetitif imbas kehadiran berbagai produk dari Cina sampai Korea.

Sebelumnya, ia mengungkapkan BMW berusaha menghadirkan beberapa model kendaraan listrik dalam jumlah banyak.

“Misalnya iX, i4 dan i5. Tetapi tahun ini kami akan sangat berhati-hati dengan volume. Karena segmennya kompetitif,” kata Sunny.

Meskipun begitu, Sunny menyorot adanya perbedaan strategi harga yang diterapkan oleh BMW maupun merek Cina lain di segmen premium.

Menurut dia, brand lain cenderung fokus menawarkan produk dengan harga di kelas entry level atau segmen bawah.

Sementara produk BMW tidak masuk ke dalam lingkup harga tersebut. Jika dibandingkan, produk BMW berada di rentang Rp 1 miliar ke atas.

Sementara produk premium Tiongkok seperti Denza D9 yang disebut sebagai Toyota Alphard versi EV, dilego Rp 950 juta on the road Jakarta berkat subsidi mobil listrik impor dari pemerintah di tahun sebelumnya.

Di sisi lain, para pelanggan BMW disebut masih lebih menyukai lini kendaraan bermesin konvensional. 

“Karena menawarkan suara, tenaga serta sensasi berkendara yang ada pada mobil bensin,” ungkap Sunny.

Denza D9

BMW sendiri masih akan tetap menawarkan mobil listrik. Tahun ini, mereka berencana memboyong SUV iX3 yang pakai platform baru yakni Neue Klasse.

Namun tidak ada rencana untuk menyasar segmentasi harga seperti produk dari Tiongkok. Lalu BMW belum tertarik melakukan perakitan lokal lini elektrifikasi.

“Tidak, masih tidak ada rencana untuk lokalisasi (mobil listrik BMW),” tegas Sunny.