Evolusi Tombol Navigasi di HP Android, dari Fisik hingga Gestur

ponsel android, fisik, virtual, swipe, tombol navigasi, capacitive, Evolusi Tombol Navigasi di HP Android, dari Fisik hingga Gestur, Tombol fisik di era awal Android, Peralihan ke tombol kapasitif, Tombol Menu dan Search mulai dihapus, Alih fungsi tombol Home, Navigasi virtual hadir di Android 4.0, Tombol Back pindah ke kiri, “Pill Button” di Android 9 Pie, Gestur penuh di Android 10, Masa depan Navigasi Android

Tombol navigasi di ponsel Android adalah fitur yang berfungsi untuk mengoperasikan ponsel, berpindah menu, menutup aplikasi, kembali ke menu sebelumnya, dan lain sebagainya. 

Biasanya, tombol navigasi terletak di bawah bawah layar. Ada tiga tombol navigasi yang biasa digunakan di suatu ponsel Android.

Di antaranya adalah "Home" untuk berpindah ke tampilan layar utama (home screen), "Back" untuk kembali ke menu atau aplikasi sebelumnya, dan "Recent" untuk melihat sekaligus menutup aplikasi yang sedang berjalan atau terbuka.  

Kebanyakan pengguna ponsel Android kini bisa menggunakan dua mode tombol navigasi di perangkat mereka. Satu adalah navigasi dengan sapuan jari (swipe) layar atau gestur dan satu lagi adalah tombol navigasi virtual.

Nah, sebelum adanya dua mode tadi, perjalanan dan evolusi tombol navigasi di ponsel Android sendiri terbilang cukup panjang dan penuh perubahan. Saat pertama kali muncul, tombol navigasi Android bukan lah gestur maupun virtual, melainkan fisik. 

Tombol fisik di era awal Android

T-Mobile G1 (HTC Dream) disebut-sebut sebagai ponsel Android pertama di dunia yang diluncurkan pada 2008 lalu.

Perangkat ini dipenuhi dengan berbagai tombol fisik, mulai dari tombol Home, Menu, Back,  Search, Call/End, hingga trackball untuk memudahkan navigasi menu dan aplikasi. 

Artinya, pengguna tak perlu menekan layar untuk sekadar mengangkat telepon atau kembali ke tampilan home screen.

Meski terasa “kuno”, kehadiran tombol fisik ini agaknya dapat memberikan pengalaman mengeklik tombol yang memuaskan bagi pengguna pada masanya.

Peralihan ke tombol kapasitif

ponsel android, fisik, virtual, swipe, tombol navigasi, capacitive, Evolusi Tombol Navigasi di HP Android, dari Fisik hingga Gestur, Tombol fisik di era awal Android, Peralihan ke tombol kapasitif, Tombol Menu dan Search mulai dihapus, Alih fungsi tombol Home, Navigasi virtual hadir di Android 4.0, Tombol Back pindah ke kiri, “Pill Button” di Android 9 Pie, Gestur penuh di Android 10, Masa depan Navigasi Android

Ilustrasi Motorola Droid 4 dengan tombol capacitive.

Seiring perkembangan Android, tombol fisik perlahan digantikan tombol kapasitif (sentuh).

Pada 2009 lalu, misalnya, ada Motorola Droid yang mempopulerkan tombol navigasi capacitive yang ada di bagian bawah layar. 

Keempat tombol tersebut adalah Back, Menu, Home, dan Search untuk melakukan pencarian. 

Dengan tombol capacitive, pengguna hanya perlu menyentuh area ikon tombol untuk menjalankan fungsi dari tombol tersebut, sehingga tak perlu diklik. 

Pada masa ini, urutan tombol navigasi ini sering berubah-ubah antar perangkat, sehingga bisa menimbulkan sedikit kebingungan bagi pengguna.

Di Motorola Droid, misalnya, tombol Back ada di sebelah kiri, sedangkan di Samsung Galaxy S (2010) tombol Back ada di sebelah kanan. 

Tombol Menu dan Search mulai dihapus

Memasuki 2012-2013, tombol Search dan Menu mulai ditinggalkan. Google menilai tombol Menu yang hanya bisa diakses di waktu tertentu tidak ramah pengguna.

Sebagai gantinya, muncullah ikon tiga titik (overflow menu) dan ikon "hamburger" alias "tiga garis menumpuk" untuk akses lebih jelas ke pengaturan aplikasi.

Menu tersebut kini bisa diakses di banyak aplikasi (biasanya di bagian kanan atas tampilan aplikasi), sehingga pengguna tak perlu lagi menekan tombol fisik atau capacitive yang ada di bawah layar.

Ponsel yang tak lagi menghadirkan tombol Menu dan Search adalah Samsung Galaxy S3 yang dirilis pada 2012 lalu. Ponsel ini dibekali tombol capacitive Back dan Recent, dengan tombol fisik Home di tengah bawah layar. 

Alih fungsi tombol Home

ponsel android, fisik, virtual, swipe, tombol navigasi, capacitive, Evolusi Tombol Navigasi di HP Android, dari Fisik hingga Gestur, Tombol fisik di era awal Android, Peralihan ke tombol kapasitif, Tombol Menu dan Search mulai dihapus, Alih fungsi tombol Home, Navigasi virtual hadir di Android 4.0, Tombol Back pindah ke kiri, “Pill Button” di Android 9 Pie, Gestur penuh di Android 10, Masa depan Navigasi Android

Galaxy S5 dari Samsung, ketika dipakai mengambil gambar

Saat navigasi bar menyusut menjadi tiga tombol utama (Back, Home, Recents), teknologi fingerprint scanner masuk menggantikan fungsi tombol Home tradisional.

Tak hanya mengakses home screen, tombol ini sekaligus berfungsi membuka kunci layar (lockscreen) dengan cepat tanpa harus memasukkan kode PIN atau gambar pola (Pattern). 

Dua perangkat Android awal yang pakai metode fingerprint di tombol Home capacitive ini adalah Samsung Galaxy S5 dan Meizu MX4 Pro. Kedua ponsel ini dirilis sekitar 2014 lalu. 

Terobosan besar datang pada sistem operasi (OS) Android 4.0 Ice Cream Sandwich pada 2011 lalu. OS ini memperkenalkan tombol navigasi virtual di layar.

Peralihan dari tombol navigasi berbentuk capacitive ke virtual ini membuat vendor ponsel bisa mempertipis bezel layar di perangkat yang mereka buat.

Sehingga, pengalaman memandang layar akan lebih maksimal.

Salah satu ponsel Android yang sudah memakai tombol navigasi virtual ini adalah Samsung Galaxy Nexus yang dirilis sekitar Juni 2013 lalu.

Tombol Back pindah ke kiri

ponsel android, fisik, virtual, swipe, tombol navigasi, capacitive, Evolusi Tombol Navigasi di HP Android, dari Fisik hingga Gestur, Tombol fisik di era awal Android, Peralihan ke tombol kapasitif, Tombol Menu dan Search mulai dihapus, Alih fungsi tombol Home, Navigasi virtual hadir di Android 4.0, Tombol Back pindah ke kiri, “Pill Button” di Android 9 Pie, Gestur penuh di Android 10, Masa depan Navigasi Android

Ilustrasi Samsung Galaxy Nexus.

Pada awal kehadiran tombol virtual, tombol Back sempat berada di sisi kanan.

Seiring berjalannya waktu, tombol Back bisa dipindahkan ke sisi kiri agar lebih ergonomis dan fleksibel, terutama untuk penggunaan perangkat dengan satu tangan.

Kendati demikian, beberapa produsen, seperti Samsung, tetap mempertahankan posisi tombol Back di kanan sebagai bawaan.

Namun, posisi tombol ini bisa diatur ulang sesuai preferensi pengguna, lantaran modelnya memang virtual, bukan permanen seperti tombol fisik atau capacitive.

“Pill Button” di Android 9 Pie

Tahun 2018, Google memperkenalkan sistem navigasi baru di Android 9 Pie dengan ikon virtual berbentuk “pil” di bagian bawah layar, disertai dengan tombol Back.

Tombol ini dimaksudkan sebagai "jembatan" atau peralihan menuju navigasi berbasis gestur penuh, tetapi kurang populer dan agaknya bikin pengguna kesusahan mengoperasikan ponsel.

Salah satu alasannya adalah fungsi tombol pil yang bisa saja membuka fitur atau fungsi ponsel yang tidak sesuai dengan gestur. 

Ketika menekan dan swipe tombol pil ke atas, misalnya, pengguna akan bisa mengakses fungsi tombol navigasi Recent. 

Namun ketika mereka melakukan swipe terlalu panjang ke atas, maka yang akan terbuka adalah tampilan laci aplikasi alias App Drawer. 

Gestur penuh di Android 10

ponsel android, fisik, virtual, swipe, tombol navigasi, capacitive, Evolusi Tombol Navigasi di HP Android, dari Fisik hingga Gestur, Tombol fisik di era awal Android, Peralihan ke tombol kapasitif, Tombol Menu dan Search mulai dihapus, Alih fungsi tombol Home, Navigasi virtual hadir di Android 4.0, Tombol Back pindah ke kiri, “Pill Button” di Android 9 Pie, Gestur penuh di Android 10, Masa depan Navigasi Android

Smartphone Sharp Aquos Sense9 yang menampilkan navigasi gestur dengan bar tipis di bawah layar.

Banyaknya keluhan di tombol pil di Android 9 tampaknya membuat Google, pemilik OS Android, berbenah.

Sejak Android 10 yang dirilis pada 2019 lalu, Google resmi meninggalkan tombol navigasi dan beralih ke gestur penuh.

Tombol Back di sini tentunya dihapus, digantikan sapuan jari dari sisi layar atau gesture. Namun, pengguna akan tetap melihat tombol virtual garis panjang yang ada bagian bawah layar. 

Bar tipis ini berfungsi untuk kembali ke Home atau berganti aplikasi dengan cepat. Saat kemunculan bar tipis ini, tak sedikit pengguna yang sulit beradaptasi dan ada yang tak suka karena tak praktis. 

Meski awalnya menuai pro-kontra, tampilan navigasi tersebut kini menjadi standar di hampir semua ponsel Android modern.

Pengguna yang ingin memakai tombol navigasi virtual juga masih bisa, lantaran tombol ini jadi opsi tombol navigasi Android selain swipe atau gestur.

Masa depan Navigasi Android

Dari tombol fisik, tombol capacitive, tombol virtual, hingga swipe, evolusi tombol navigasi Android bisa menunjukkan betapa cepatnya antarmuka ponsel beradaptasi.

Jika dulu trackball terasa futuristis, kini gestur dianggap hal biasa, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari HowToGeek, Selasa (16/9/2025).

Lantas, bagaimana ke depannya? Apakah navigasi gestur atau tombol navigasi virtual akan berevolusi kembali?

Akankah navigasi menu di ponsel Android nantinya akan tampa gestur atau menekan tombol virtual, alias menggunakan suara dan gerakan mata? Kita nantikan saja perkembangannya.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.