Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Kembali Dibuka, Cek Syarat untuk Tektok

Gunung Lawu, Pos Cemoro Sewu, Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Kembali Dibuka, Cek Syarat untuk Tektok

Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu kembali dibuka Minggu (8/2/2026).

Diberitakan sebelumnya, jalur pendakian yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini sempat ditutup karena cuaca ekstrem yang terjadi di sepanjang jalur.

Namun, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Selatan, Mulyadi mengatakan, pengelola tidak pernah menutup total jalur tersebut, melainkan hanya menunda sementara aktivitas tektok karena hujan dan angin.

"Beberapa waktu lalu terjadi hujan dan angin, jadi sempat kita pending. Bukan kita tutup. Kalau ditutup itu kan dalam waktu tertentu ditutup. Ini hanya melihat situasi cuaca secara kondisional. Kalau cuaca sudah baik, kita buka kembali," ujar Mulyadi, Minggu (8/2/2026).

Mulyadi menambahkan, kondisi cuaca saat ini mulai membaik.

Berdasarkan prediksi BMKG, angin tidak akan terlalu kencang, meski hujan masih mungkin terjadi.

Syarat pendakian tektok Gunung Lawu

Ia menegaskan, aktivitas tektok tetap diperbolehkan selama pendaki memenuhi persyaratan keselamatan.

“Tektok boleh. Yang jelas mereka harus siap safety saat mendaki seperti kebutuhan pakaian hangat, obat obatan, serta perbekalan makanan,” imbuhnya.

Meski sempat menutup pendakian tektok, namun Mulyadi memastikan untuk pendaki yang melakukan kegiatan camping di Puncak Gunung Lawu tetap diperbolehkan karena dinilai lebih siap secara perlengkapan dan keselamatan.

Hingga saat ini, sejumlah pos pendakian ke puncak Gunung Lawu tengah ditutup, namun Mulyadi memastikan Pos Cemoro Sewu tetap dibuka karena dinilai lebih aman.

“Kami tidak pernah menutup Cemoro Sewu. Pertimbangannya jalurnya aman. Jadi bagi pendaki yang ingin muncak menjelang puasa, silakan lewat Cemoro Sewu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kabut atau hujan tidak terlalu berisiko selama tidak disertai angin kencang.

Jalur Cemoro Sewu menuju puncak dinilai lebih aman karena didominasi medan berbatu.

“Jalurnya berbatu, jadi airnya tidak sampai mengalir di jalur pendakian yang membuat jalur pendakian licin. Jalur Cemoro Sewu lebih aman,” jelasnya.

Untuk faktor keselamatan, Perhutani juga memastikan keberadaan titik-titik istirahat di sepanjang jalur yang dilengkapi warung milik warga.

“Di setiap pos ada warung, kecuali pos 4 yang memang belum ada. Pos 1, 2, 3 dan 5 ada warung, jadi lebih aman bagi pendaki,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang