Mengintip Istana Wakil Presiden di IKN yang Segera Ditempati Gibran, Dilengkapi Kolam Renang

Pembangunan gedung Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, telah mencapai 100 persen.
"Progres fisik Istana Wakil Presiden sudah capai 100 persen," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya soal pembangunan Istana Wakil Presiden di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (3/2/2026).
Fokus pengerjaan tahap selanjutnya adalah pengadaan mebel dan interior.
Dilansir dari Antara, Istana Wakil Presiden di IKN menempati lahan seluas 148.417 meter persegi, bangunan seluas 32.061 meter persegi, dan nilai kontrak pengerjaan lebih kurang Rp 1,457 triliun.
Basuki Hadimuljono mengungkap, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan akan mulai berkantor di IKN pada tahun ini, menyusul progres fisik Istana Wakil Presiden yang telah melewati proses Provisional Hand Over (PHO).
Diberitakan (30/1/2026), nantinya kehadiran Wapres Gibran di IKN bukan sekadar perpindahan administratif, melainkan simbol dimulainya babak baru pemerintahan di jantung Kalimantan.
Kesiapan berkantor di IKN juga dibuktikan dengan mulai bergeraknya tim pendukung.
Diberitakan, sebanyak 50 orang staf Wapres dilaporkan telah berada di IKN untuk melakukan persiapan teknis, mulai dari survei furnitur hingga penataan ruang kerja di ASN Tower.
Mengintip Istana Wakil Presiden
Penampakan Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Dalam kesempatan yang sama, Basuki juga membocorkan salah satu fasilitas yang ada di dalam kediaman resmi Wapres tersebut.Menurut Basuki, Istana Wakil Presiden dilengkapi kolam renang berukuran olimpiade sepanjang 50 meter.
Ia menyebutkan bahwa Gibran dan Selvi Ananda telah meninjau langsung dan mengaku cocok dengan desain bangunan yang dilengkapi fasilitas relaksasi khusus tersebut.
"Enggak ada catatan khusus dari Mas Gibran (terkait Istana Wapres). Beliau sudah merasa cocok, ada kolam renang olympic size di dalam. Ibu (Selvi Ananda) kemarin juga sudah ke sini melihat," tambahnya.
Basuki memastikan fasilitas tersebut dirancang secara proporsional untuk menunjang aktivitas Wapres.
Menurut Basuki, Istana Wakil Presiden mengusung filosofi desain yang sangat mendalam karya SHAU Architects, bertajuk "Huma Betang Umai".
Diketahui, Huma Betang yang memiliki arti Rumah Panjang, merupakan simbol kebersamaan, kesetaraan, dan gotong royong masyarakat Dayak.
Sedangkan "Umai" yang berarti Ibu, melambangkan pengayoman dan kasih sayang.
Filosofi ini menempatkan Istana Wapres sebagai "Rumah Ibu" yang inklusif, tempat di mana kebijakan negara dirumuskan dengan semangat kekeluargaan dan keramahan terhadap alam.
Desain Istana Wakil Presiden berbau arsitektur tropis modern.
Bangunannya dirancang memiliki rongga dan sirkulasi udara alami yang masif, meminimalkan penggunaan energi, serta sangat menghargai topografi lahan asli.
Hal ini dinilai cukup selaras dengan visi IKN sebagai Smart Forest City.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang