Anies Tak Mau Perpanjang Polemik Usai Diduga Diawasi Intelijen di Karanganyar

Karanganyar, Jawa Tengah, Anies Tak Mau Perpanjang Polemik Usai Diduga Diawasi Intelijen di Karanganyar

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak ingin memperpanjang polemik terkait isu dugaan dibuntuti intelijen Kodim Karanganyar.

Anies diduga diawasi oleh intelijen sebelum meresmikan jembatan gantung "Titian Persatuan" di Desa Sambirejo-Kampung Klotok, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada Jumat (30/1/2026).

Sebelum tiba di lokasi, Anies menyempatkan diri makan siang di Warung Soto Mbok Giyem. Di sinilah, ia merasa gerak-geriknya diawasi.

Ketua Tim Media DPP Gerakan Rakyat, Fajar Satriyawan Wahyudi, mengatakan pihaknya telah menerima penjelasan bahwa keberadaan sejumlah intelijen murni untuk makan siang.

Hal tersebut dikatakan Fajar setelah Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/Diponegoro Kolonel Inf Andy Soelistyo menyebut bahwa intelijen yang bertemu Anies memang sedang makan siang setelah rapat pemantauan wilayah.

“Kami menghormati penjelasan tersebut dan tidak ingin memperpanjang polemik,” ujar Fajar saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

"Mas Anies adalah sosok yang sangat terbuka dan senang berinteraksi dengan siapa saja di ruang publik. Jika memang kebetulan bertemu di warung soto yang sama, itu adalah hal yang lumrah karena selera kuliner yang bagus memang menyatukan semua kalangan," tambahnya.

Anies Fokus Menyerap Aspirasi

Fajar menilai, peristiwa Anies diduga dibuntuti intelijen dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga kualitas demokrasi agar setiap warga negara dapat beraktivitas tanpa rasa curiga berlebihan.

Ia menambahkan, Anies memilih tidak larut dalam isu pembuntutan dan tetap fokus menjalankan agenda di Karanganyar, termasuk menyerap aspirasi warga serta menikmati kuliner lokal.

"Politik harus dibawa riang gembira. Kalau memang para petugas tersebut sedang lapar dan ingin makan soto yang sama, ya syukur Alhamdulillah sotonya memang enak," tandas Fajar.

"Semoga ke depan sinergi antara aparat dan masyarakat semakin harmonis untuk Indonesia yang lebih baik," tambahnya.

Kronologi Anies Diduga Dibuntuti Intelijen

Kabar Anies diduga dibuntuti intelijen bermula saat eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menghadiri peresmian jembatan gantung "Titian Persatuan" yang menghubungkan Desa Sambirejo dengan Kampung Klotok, Kabupaten Karanganyar, Jumat (30/1/2026) siang.

Jembatan tersebut dibangun dari hasil kolaborasi antara Aksi Bersama dengan para donatur yang menyumbangkan dana lewat platform KitaBisa.

Setelah menunaikan shalat Jumat atau sekitar waktu makan siang, Anies bersama rombongan makan siang di Warung Soto Mbok Giyem, Karanganyar.

Di lokasi tersebut, ia melihat beberapa pria berpakaian sipil dengan gerak-gerik mencurigakan. Namun, Anies justru menghampiri mereka dan mengajak berinteraksi.

Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial pada awal Februari 2026.

Anies juga sempat menanyakan asal satuan mereka. Para pria tersebut mengaku berasal dari Kodim Karanganyar dan Korem. Ketika salah satu petugas menyebut pertemuan itu hanya kebetulan, Anies menanggapinya sambil tertawa.

Anies justru berkelakar bahwa sekarang ia sudah mulai "ditemani".

Situasi pun berakhir cair dengan foto bersama. Anies bahkan menitipkan salam untuk komandan mereka sebagai bentuk apresiasi karena merasa telah “dijaga”.

Sementara itu, Kodam IV/Diponegoro memberikan klarifikasi bahwa kehadiran anggota TNI di warung soto tersebut murni kebetulan karena sedang makan siang usai memantau wilayah. 

Tidak ada perintah khusus untuk melakukan pengawasan intelijen terhadap Anies sebagai warga sipil.

"Saat dikonfirmasi, anggota menyampaikan bahwa keberadaan mereka di sana adalah murni sekedar untuk makan siang, selepas menghadiri rapat pemantauan wilayah, kehadiran mereka murni untuk makan siang dan tidak mengetahui bahwa Bapak Anies juga akan makan siang di tempat yang sama," ujar Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Andy Soelistyo, dikutip dari Tribunnews, Rabu (4/2/2026).

"Jadi, sekali lagi kami sampaikan bahwa benar ketiga orang tersebut adalah anggota Intel Kodim Karanganyar, yang ketika sedang makan siang, secara kebetulan setelah itu Bapak Anies juga mendatangi warung Mbok Giyem dan selanjutnya mengajak ketiga anggota untuk melakukan foto bersama," tmabahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang