Park Na Rae Diduga Lakukan Praktik Medis Ilegal Usai Dituduh Lakukan Kekerasan pada Mantan Manajer
Nama komedian dan selebritas populer Korea Selatan, Park Na Rae, tengah menjadi sorotan besar setelah Dispatch merilis laporan investigatif terkait dugaan keterlibatannya dalam praktik medis ilegal. Temuan ini muncul hanya beberapa hari setelah mantan manajernya menuduh Park Na Rae melakukan intimidasi, kekerasan, dan tidak membayar gaji. Park Na Rae sendiri membantah dan menyebut tuduhan tersebut sepihak.
Namun, Dispatch kemudian merilis bukti yang mereka klaim menunjukkan praktik medis ilegal, khususnya penggunaan obat-obatan dan infus yang diberikan bukan di fasilitas medis, melainkan di sebuah unit rumah. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Park Na Rae.
Infus di Rumah dan Dugaan Pelanggaran Hukum
Dispatch mempertanyakan alasan Park Na Rae menerima infus di dalam sebuah rumah biasa, sebagaimana terlihat dalam foto yang mereka ungkap. Berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Medis Korea, tindakan medis berbayar tidak boleh dilakukan di lokasi selain institusi medis resmi. Lokasi infus yang terlihat dalam gambar hanya berupa officetel di Ilsan, bukan fasilitas kesehatan.
Obat-obatan yang terlihat di lokasi tersebut juga tidak disimpan dalam lemari khusus, melainkan dalam koper sederhana, jauh dari standar penyimpanan medis yang benar.
Jadwal Padat Jadi Alasan, Tetapi Menimbulkan Pertanyaan
Park Na Rae dikenal memiliki jadwal super padat. Pada Oktober saja, ia bekerja selama 415 jam, rata-rata lebih dari 13 jam per hari, termasuk hari libur. Namun, Dispatch mempertanyakan mengapa, dengan kesibukan seperti itu, Park Na Rae rela berkendara 28 kilometer ke Ilsan untuk menerima infus, padahal ia bisa mengunjungi banyak klinik resmi yang dekat dengan rumahnya.
Peran 'Auntie' Miss Lee dan Pesan Percakapan yang Menguak Fakta Baru
Kecurigaan makin kuat ketika Dispatch memeriksa percakapan pesan antara manajer Park Na Rae dan seorang wanita bernama “Auntie,” yang ternyata bukan dokter.
Dalam pesan tanggal 8 April 2025, sang “auntie” mengaku sedang mengumpulkan resep untuk persediaan obat dua bulan. Ia juga mempersiapkan obat tidur, yang belakangan diketahui bukan sekadar obat tidur, melainkan obat yang diklasifikasikan sebagai agen psikotropika, yaitu antidepresan.
Identitas “Auntie” kemudian berhasil dikonfirmasi sebagai Miss Lee, seorang wanita yang mengklaim dirinya profesor di Institute of Mongolian Traditional Medicine, namun tidak memiliki lisensi medis. Bisnisnya pun tidak terdaftar sebagai layanan kesehatan, melainkan kosmetik, pariwisata medis, dan belanja daring.
Infus di Mobil dan Pembuangan Limbah Medis yang Bermasalah
Dispatch juga menemukan bukti bahwa Park Na Rae menerima infus bahkan saat berada di mobil van-nya. Dalam satu kasus pada 2023, setelah kembali dari syuting luar negeri, ia memanggil Miss Lee untuk menjemputnya, lalu menerima infus dalam perjalanan. Masalah muncul ketika infus yang sudah digunakan dibuang bukan di tempat pembuangan limbah medis, tetapi seperti sampah biasa, pelanggaran yang dapat berujung hukuman penjara.
Bukti Lain: Pengiriman Obat Hingga Infus Panggilan
Dispatch juga membeberkan banyak pesan lain yang mendukung dugaan praktik ilegal. Mulai dari obat yang digantung di gagang pintu rumah Park Na Rae, hingga pengiriman obat lewat kurir saat ia berada di luar negeri.
Semua temuan ini membuat Dispatch yakin bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan tersebut. Hingga artikel ini ditulis, pihak Park Na Rae belum memberikan tanggapan atas laporan investigatif Dispatch.