Situs FAM Diduga Kena Retas Usai Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia

Timnas Malaysia, sanksi FIFA, federasi sepak bola malaysia, skandal naturalisasi timnas malaysia, pemain naturalisasi timnas malaysia, situs fam, Situs FAM Diduga Kena Retas Usai Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kembali menjadi sorotan setelah laman resminya diduga diretas.

Peretasan itu terjadi tak lama setelah skandal naturalisasi pemain Timnas Malaysia mencuat.

Peretan itu masih berlangsung sampai Kamis (6/10/2025) pukul 19.10 WIB.

Peretas Minta Tebusan FAM

Halaman situs resmi FAM hanya menampilkan pesan ancaman berbunyi: 

“Domain/server/database ini telah diretas. Tolong lakukan pembayaran senilai 7000 dolar AS untuk keamanan server. Jika pembayaran tidak dilakukan dalam 13 jam, semua database akan dihapus otomatis.”

Peretas juga menyertakan pesan bernada kecaman terhadap federasi.

“Kenapa kalian bodoh sekali! Kalian main bola buat ID palsu bodoh! Apa pula mau melibatkan Indonesia? FIFA menghukum FAM, bukan PSSI,” tulis pesan yang dikutip Asean Football.

FAM sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait peretasan maupun dugaan kebocoran data yang terjadi.

Sumber internal menyebut, tim keamanan siber FAM tengah melakukan investigasi sebelum mengeluarkan pernyataan resmi.

Latar Belakang Skandal Naturalisasi

Timnas Malaysia, sanksi FIFA, federasi sepak bola malaysia, skandal naturalisasi timnas malaysia, pemain naturalisasi timnas malaysia, situs fam, Situs FAM Diduga Kena Retas Usai Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia

Pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Hector Hevel (nomor 13), merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027 kontra Nepal di Stadion Sultan Ibrahim di Johor pada 25 Maret 2025.

Peretasan ini muncul di tengah tekanan besar yang dialami FAM usai skandal naturalisasi pemain Timnas Malaysia.

FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM karena terbukti melakukan pemalsuan dokumen terhadap tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.

Mereka adalah Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, Facundo Garces, Gabriel Palmero, Hector Hevel, Jon Irazabal, dan Joao Figueiredo.

Sanksi FIFA juga mencakup denda serta larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut.

Situasi ini memperburuk kondisi sepak bola Malaysia yang sedang berjuang memulihkan reputasinya.

Insiden peretasan ini juga bukan yang pertama. Pada 2014, situs web FAM pernah diserang oleh suporter Vietnam setelah laga semifinal Piala AFF di Stadion Shah Alam.

Kini, FAM kembali menghadapi krisis ganda, baik di ranah digital maupun reputasi sepak bola nasionalnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.