Top 5+ November Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Apa Itu dan Bagaimana Sejarahnya?
Tanggal 5 November menjadi salah satu hari yang dipenuhi beragam peringatan menarik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pada tanggal ini, berbagai momen penting diperingati untuk mengenang peristiwa bersejarah, menghormati tokoh tertentu, hingga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu sosial dan lingkungan.
Salah satu peringatan yang jatuh pada 5 November adalah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia.
Melansir laman National Today, berikut makna di balik sejumlah peringatan yang digelar pada 5 November 2025.
Apa Itu Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional?
Melansir laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian serta rasa cinta terhadap satwa dan bunga, baik secara umum maupun terhadap jenis yang menjadi simbol nasional.
Peringatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan perlindungan serta pelestarian ekosistem, habitat, populasi, dan mendukung kegiatan penelitian serta pengembangan flora dan fauna Indonesia.
Ada tiga jenis satwa yang dikukuhkan sebagai satwa nasional, masing-masing mewakili satwa darat, air, dan udara.
Ketiganya adalah komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional, ikan siluk merah (Sclerophages formosus) sebagai satwa pesona, dan elang Jawa (Spizaetus bartelsi) sebagai satwa langka.
Burung Elang Jawa yang dilepasliarkan di Savana Bekol Taman Nasional Baluran Jawa Timur pada Jumat (15/12/2023).
Sementara itu, tiga jenis bunga juga telah dinyatakan sebagai bunga nasional. Melati (Jasminum sambac) menjadi puspa bangsa, anggrek bulan (Palaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona, dan padma raksasa atau Rafflesia arnoldi sebagai puspa langka.
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto.
HCPSN merupakan salah satu hari besar lingkungan hidup yang menjadi agenda tahunan di Indonesia.
Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap flora dan fauna asli Indonesia, yang sebagian besar kini menghadapi ancaman serius akibat eksploitasi berlebihan, perburuan liar, hilangnya habitat, serta pencemaran lingkungan.
Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, terdapat sedikitnya 919 jenis tumbuhan dan satwa langka yang saat ini berada di bawah perlindungan hukum Indonesia.
Upaya perlindungan ini sangat penting, mengingat banyak spesies endemik yang populasinya terus menurun dari waktu ke waktu.
Mengapa Ada Hari Kesadaran Tsunami Sedunia?
Selain peringatan nasional, 5 November juga diperingati secara global sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia atau World Tsunami Awareness Day.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang pentingnya pendidikan dan kesiapsiagaan terhadap bencana tsunami.
Tujuan utama dari peringatan ini adalah memastikan bahwa masyarakat di berbagai negara memiliki pemahaman dan kemampuan untuk bertindak cepat, tepat, dan tidak panik ketika terjadi peringatan tsunami.
Negara Jepang dikenal sebagai pelopor inisiatif ini karena pengalaman panjangnya dalam menghadapi berbagai tsunami besar sepanjang sejarahnya.
Selama bertahun-tahun, Jepang telah mengembangkan keahlian utama dalam sistem peringatan dini, tindakan evakuasi publik, hingga proses pembangunan kembali pascabencana dengan prinsip "build back better" atau membangun kembali dengan lebih baik.
Prinsip ini kemudian menjadi acuan global dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
Melalui Hari Kesadaran Tsunami Sedunia, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana serta peran individu dalam meminimalkan risiko kehilangan nyawa dan kerusakan infrastruktur.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.