Stres Tak Kunjung Reda? Bisa Jadi Tubuh Kurang Cairan

stres, dehidrasi, Stres Tak Kunjung Reda? Bisa Jadi Tubuh Kurang Cairan

Banyak orang tidak menyadari bahwa suasan hati yang buruk atau stres, bisa jadi bukan disebabkan oleh beban kerja, tetapi kurangnya asupan cairan.

Dikutip dari Real Simple, Minggu (8/2/2026), ketika asupan air berkurang, kondisi tubuh pun sering kali ikut memburuk, terutama dalam hal mengelola stres. Ini terungkap dalam studi terbaru dari Liverpool John Moorse University yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Physiology.

Penelitian menemukan, individu yang minum kurang dari satu setengah liter air per hari mengalami peningkatan kadar kortisol hingga 50 persen, dibandingkan mereka yang memenuhi kebutuhan cairan harian ideal.

“Kortisol adalah hormon stres utama dalam tubuh. Reaktivitas kortisol yang berlebihan terhadap stres dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, dan depresi,” kata Prof. Neil Walsh yang memimpin studi tersebut.

Jika kamu tahu bakal menghadapi tenggat waktu atau harus melakukan presentasi, biasakan diri untuk selalu membawa botol minum.

"Itu bisa menjadi kebiasaan baik yang berpotensi memberi manfaat bagi kesehatan jangka panjang," sambung Walsh.

Dehidrasi dan stres yang saling berkaitan

stres, dehidrasi, Stres Tak Kunjung Reda? Bisa Jadi Tubuh Kurang Cairan

Ilustrasi air putih.

Untuk menelusuri kaitan antara dehidrasi dan kadar kortisol, para peneliti membagi orang dewasa muda yang sehat ke dalam dua kelompok dengan jumlah yang sama.

Satu kelompok mempertahankan asupan cairan tinggi, sementara kelompok lainnya menjalani asupan cairan rendah.

“Para peserta mempertahankan kebiasaan minum mereka seperti biasa selama satu minggu, dengan tingkat hidrasi yang dipantau melalui sampel darah dan urine,” jelas laporan penelitian tersebut.

Selanjutnya, mereka akan menjalani Trier Social Stress Trest. Ini adalah tes yang digunakan untuk mensimulasikan stres dunia nyata melalui wawancara kerja tiruan dan tugas berhitung mental.

Meskipun kedua kelompok menunjukkan kecemasan saat menjalani tes, kelompok dengan asupan cairan rendah memperlihatkan peningkatan kortisol saliva yang signifikan.

Hidrasi yang buruk berkorelasi dengan reaktivitas kortisol yang tinggi, meskipun para peserta mengaku tidak merasa haus.

Dari sisi neurologis, ketika tubuh mendeteksi kondisi dehidrasi, tubuh akan memicu pelepasan vasopresin.

stres, dehidrasi, Stres Tak Kunjung Reda? Bisa Jadi Tubuh Kurang Cairan

Faktor penyebab Sunday scaries.

Vasopresin adalah sebuah hormon yang selain bekerja pada ginjal, juga memengaruhi pusat respons stres di otak, yaitu hipotalamus.

Ketika mencapai hipotalamus, air berperan dalam mengatur pelepasan kortisol dan secara alami membantu tubuh mengelola stres.

Cara mengetahui tubuh sudah cukup terhidrasi

Salah satu cara sederhana dan efektif untuk mengetahui apakah kamu sudah cukup minum air adalah dengan memperhatikan warna urine setelah buang air kecil.

Warna kuning muda umumnya menandakan bahwa tubuh sudah terhidrasi dengan baik. Sementara itu, warna kuning yang lebih gelap bisa menjadi tanda dehidrasi.

Untuk meningkatkan asupan cairan harian sekaligus membantu menurunkan hormon stres, biasakan menaruh botol air di samping tempat tidur, di meja kerja, atau membawanya setiap kali kamu keluar rumah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang