Karhutla Meluas di Kalbar, Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Api di 4 Kabupaten

Kemenhut, Manggala Agni, Karhutla Meluas di Kalbar, Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Api di 4 Kabupaten

 Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan telah mengerahkan personel Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan di Provinsi Kalimantan Barat.

Upaya ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot serta potensi kekeringan pada musim kemarau awal 2026.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan Manggala Agni bergerak cepat melakukan pemadaman di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Ketapang.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas kondisi lapangan yang menunjukkan peningkatan kerawanan karhutla.

“Untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla, saat ini telah dimulai operasi patroli pencegahan di wilayah Kalimantan Barat. Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat sehingga respons terhadap kejadian karhutla dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, patroli juga dilakukan untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, serta isu-isu karhutla di tengah masyarakat,” kata Dwi di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Bagaimana kondisi titik panas di Kalimantan Barat?

Berdasarkan data Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Gakkum Kehutanan per Selasa (27/1/2026), jumlah hotspot di Kalimantan Barat yang terpantau melalui Satelit TERRA/AQUA (MODIS NASA) dengan tingkat kepercayaan tinggi mencapai 25 titik panas sepanjang Januari 2026.

Kebakaran hutan di Kalimantan Barat tercatat mulai terjadi sejak 17 Januari 2026. Melalui upaya pemadaman intensif yang dilakukan Manggala Agni Kalimantan Barat bersama berbagai pihak, sejumlah lokasi berhasil dipadamkan dan dinyatakan aman pada Minggu (25/1/2026).

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Kemenhut, Yudho Shekti Mustiko, menjelaskan bahwa pemantauan harian menunjukkan adanya peningkatan jumlah dan sebaran hotspot di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Sambas.

“Selain itu, hasil pengamatan Fire Danger Rating System (FDRS) BMKG juga menunjukkan peningkatan tingkat kerawanan kebakaran. Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan khususnya wilayah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus bergerak cepat dan bersinergi dengan para pihak guna menuntaskan pemadaman karhutla serta mencegah terjadinya kebakaran lanjutan,” tutur Yudho.

Berapa luas hutan yang terbakar?

Kementerian Kehutanan mencatat, kebakaran hutan di Kalimantan Barat sejak Sabtu (17/1/2026) telah menghanguskan area seluas 78,3 hektar yang tersebar di delapan desa. Rinciannya sebagai berikut:

  • Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya seluas 4,5 hektar
  • Desa Rasau Jaya Tiga, Kabupaten Kubu Raya seluas 2 hektar
  • Kelurahan Bansir Darat, Kota Pontianak seluas 4 hektar
  • Desa Pasir, Kabupaten Mempawah seluas 2,5 hektar
  • Desa Kuala Satong, Kabupaten Ketapang seluas 9,8 hektar
  • Desa Kamboja, Kabupaten Kayong Utara seluas 2,5 hektar
  • Desa Sepinggan, Kabupaten Sambas seluas 23 hektar
  • Desa Selakau Tua, Kabupaten Sambas seluas 30 hektar.

Bagaimana upaya lanjutan pemadaman dilakukan?

Hingga kini, Tim Daops Kalimantan Manggala Agni VIII/Pontianak bersama unsur BPBD, TNI, Polri, dan pihak terkait masih terus melakukan pemadaman di sejumlah titik karhutla baru.

Lokasi tersebut meliputi Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara; Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya; Desa Punggur Kecil dan Desa Kuala Dua di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya; serta Desa Pasir di Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.

Petugas juga melakukan upaya pemadaman di Desa Kebong, Kabupaten Sintang. Yudho menegaskan, operasi pemadaman dan patroli pencegahan akan terus ditingkatkan mengingat potensi kebakaran masih tinggi akibat kondisi cuaca kering dan meningkatnya titik panas.

“Memasuki awal tahun 2026, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan bersama BPBD, TNI/Polri, dan para pihak terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan di Provinsi Kalimantan Barat, khususnya di daerah-daerah yang menjadi wilayah rawan karhutla,” kata Yudho.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang