BOSF Soroti Gebrakan Raja Juli: Transparansi Kemenhut Jadi Nafas Baru Konservasi?
Menurutnya, kementerian kini bergerak dengan pendekatan yang lebih terbuka, mendorong dialog yang intensif dan ruang diskusi yang jauh lebih terarah, terutama dalam isu konservasi strategis. Ia menyebut langkah ini memperkuat fondasi kolaborasi antara pemerintah dan para mitra.
“Keterbukaan yang meningkat, kesediaan berdialog dengan lebih intensif, telah membuka dan menciptakan ruang diskusi yang lebih terarah dan produktif,” kata Jamartin saat dihubungi wartawan, Jumat, 12 Desember 2025.
Pendekatan yang lebih inklusif itu, kata Jamartin, menjadi sinyak positif karena semakin memudahkan terciptanya pemahaman bersama, sekaligus menyelaraskan upaya di tingkat kebijakan maupun operasional.
Ia juga berharap semangat kolaboratif tersebut terus dipertahankan untuk mengamankan perlindungan hutan jangka panjang dan memastikan pengelolaan lanskap yang berkelanjutan.
Tak hanya soal koordinasi, Jamartin juga menekankan pentingnya memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan satwa liar, terutama orangutan sebagai spesies kunci konservasi.
“Hal ini memerlukan kebijakan yang lebih terukur, pengawasan yang konsisten serta implementasi lapangan yang efektif,” kata dia.
Menutup pernyataannya, Jamartin menyatakan optimisme terhadap arah perubahan yang kini terjadi.
“Kami meyakini bahwa komitmen bersama pasti dapat menghasilkan perubahan nyata, demi masa depan Indonesia dan keberlangsungan seluruh kehidupan yang bergantung pada kelestariannya,” tuturnya lagi.
Sebagai informasi, BOSF merupakan yayasan nirlaba yang berfokus pada konservasi orangutan dan habitatnya di Kalimantan Timur dan Tengah. Yayasan ini menjalankan misi penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran orangutan, serta pelestarian hutan hujan tropis melalui kerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional.