KA Gajayana Tabrak Truk di Kebumen, Sopir Tewas di Lokasi, Pos Jaga Hancur

Kecelakaan yang melibatkan KA Gajayana rute Malang-Gambir dan sebuah truk tronton terjadi di Kebumen pada Selasa (27/1/2026) malam.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan sopir truk meninggal dunia di lokasi dan satu petugas penjaga pelintasan mengalami luka-luka.
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, kecelakaan kereta api tersebut tepatnya terjadi di pelintasan sebidang JPL 582 petak jalan Prembun–Kutowinangun sekitar pukul 21.32 WIB.
Dilansir dari , Rabu (28/1/2026), Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin menjelaskan kecelakaan tersebut mengakibatkan petugas penjaga pelintasan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
“Atas peristiwa ini, KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” kata As’ad dalam keterangan resminya, Rabu (28/1/2026).
Perjalanan kereta api sempat terganggu
Hingga kini, KAI belum dapat memastikan kronologi lengkap maupun penyebab pasti kecelakaan. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari aparat berwenang.
Diketahui, akibat kecelakaan itu, perjalanan kereta api di Selasa malam sempat terganggu.
Satu jalur rel, yakni jalur hulu, tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.
Arus perjalanan kereta api sempat mengalami gangguan hingga petugas gabungan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), kepolisian, serta instansi terkait melakukan proses evakuasi dan penanganan di lokasi kejadian.
Menurut M. As’ad Habibuddin, upaya evakuasi dilakukan secara intensif sejak peristiwa terjadi hingga dini hari.
Setelah seluruh penanganan selesai, jalur kereta api kembali dapat difungsikan secara normal.
“Pada Rabu (28/1/2026) pukul 02.50 WIB, jalur hulu dan hilir di petak jalan Prembun–Kutowinangun telah kembali dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal,” katanya.
As’ad memastikan, dalam peristiwa itu, seluruh penumpang dan awak KA (35) Gajayana berada dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka.
Diduga akibat truk yang menerobos
Dari data sementara disebutkan, kronologi kecelakaan berawal dari truk tronton yang nekat menerobos palang pelintasan.
Tabrakan keras itu membuat pos jaga pelintasan (JPL) hancur.
Dilansir dari pemberitaan Tribun, seorang warga sekitar, Apip, mengaku menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
“Pos JPL hancur tapi petugas JPL selamat,” ujarnya, Rabu (28/1/2026) dini hari.
Menurut Apip, kondisi truk rusak parah dan sempat terlempar beberapa meter hingga menabrak pos jaga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi, jumlah korban maupun dugaan penyebab kecelakaan kereta api dan truk tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang