Palang Pintu Rusak Imbas Kecelakaan KA Gajayana vs Truk di Kebumen, Petugas Diturunkan untuk Atur Lalu Lintas

KA Gajayana, Palang Pintu Rusak Imbas Kecelakaan KA Gajayana vs Truk di Kebumen, Petugas Diturunkan untuk Atur Lalu Lintas, Pos Palang Pintu JPL 582 Hancur, Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Nasional, Jalur Rel Telah Kembali Normal, Kesaksian Warga di Lokasi Kejadian, Identitas Korban Kecelakaan, Polisi Lakukan Penanganan dan Penyelidikan, Jalur Hulu Sempat Ditutup

Kecelakaan antara Kereta Api Gajayana dan truk tronton di perlintasan sebidang JPL 582, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, berdampak pada rusaknya sistem palang pintu dan gangguan arus lalu lintas.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (27/1/2026) malam dan menyebabkan pos penjagaan perlintasan hancur.

Akibat kerusakan itu, personel KAI dan kepolisian diterjunkan untuk mengatur lalu lintas di jalur nasional.

Hingga Rabu (28/1/2026), petugas masih bersiaga sambil menunggu proses perbaikan palang pintu.

Pos Palang Pintu JPL 582 Hancur

Pos penjagaan perlintasan JPL 582 Desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, hancur tak berbentuk usai tertemper truk tronton bernomor polisi L 8861 UC yang bertabrakan dengan KA Gajayana relasi Malang–Gambir.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Bahkan, satu jalur rel sempat tidak dapat dilalui karena tertutup badan truk.

Pos penjagaan yang dijaga oleh Rahman Al Ghazali (23), warga Kebumen, kini rata dengan tanah akibat kerasnya benturan.

Rahman diketahui menjadi salah satu korban dalam insiden tersebut dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Kebumen.

Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Nasional

Pasca kejadian, kepolisian memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas di jalur nasional penghubung Kabupaten Purworejo–Purwokerto selama proses evakuasi berlangsung.

Kasatlantas Polres Kebumen, AKP Edi Nugroho, menyampaikan bahwa kondisi arus lalu lintas saat ini telah kembali normal.

Pihak KAI juga masih melakukan perbaikan terhadap palang pintu yang rusak akibat hancurnya pos penjagaan.

Sambil menunggu perbaikan selesai, petugas ditempatkan di lokasi untuk mengatur lalu lintas setiap kali kereta api melintas.

"Sementara penempatan personel sifatnya memback up petugas dari KAI, apabila palang pintu kereta bisa digunakan kembali atau menggunakan palang portable, maka personel lalu lintas melaksanakan kegiatan pemantauan arus lalu lintas dan melaksanakan patroli di jalur tersebut," katanya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Rabu (28/1/2026) siang.

Jalur Rel Telah Kembali Normal

Sementara itu, satu jalur rel yakni jalur hulu yang sempat tidak dapat dilalui kini sudah kembali dibuka.

Perjalanan kereta api pun telah berjalan normal kembali setelah proses evakuasi selesai.

Namun, proses evakuasi badan truk pasca kecelakaan tersebut berlangsung cukup lama dan sempat menyebabkan kemacetan panjang di ruas jalan nasional.

Sejumlah kereta api yang melintas di perlintasan tersebut juga tampak mengurangi kecepatan.

KA Gajayana, Palang Pintu Rusak Imbas Kecelakaan KA Gajayana vs Truk di Kebumen, Petugas Diturunkan untuk Atur Lalu Lintas, Pos Palang Pintu JPL 582 Hancur, Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Nasional, Jalur Rel Telah Kembali Normal, Kesaksian Warga di Lokasi Kejadian, Identitas Korban Kecelakaan, Polisi Lakukan Penanganan dan Penyelidikan, Jalur Hulu Sempat Ditutup

Kondisi pos penjagaan perlintasan JPL 582 yang hancur pasca dihantam truk tronton yang tertemper KA Gajayana di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Selasa (27/1/2026) malam.

Kesaksian Warga di Lokasi Kejadian

Warga Desa Mekarsari, Udin (56), mengaku berada tidak jauh dari lokasi saat insiden terjadi.

tiba ada suara dentuman. Orang-orang pada keluar, saya ngikut."

"Di lokasi sudah ramai," katanya.

Dia menuturkan, dua orang dilarikan ke rumah sakit, yakni kernet truk dan petugas pos JPL. Sementara satu orang lainnya diketahui meninggal dunia dan telah dievakuasi petugas.

Warga setempat lainnya, Miftahudin (35), menyebut palang pintu belum menutup sempurna saat truk tertabrak KA Gajayana di perlintasan tersebut.

Hal itu diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Truk mengalami kerusakan parah dan sempat menjalani proses evakuasi.

"Setahu saya penjaganya terlambat menutup palang pintu. Soalnya tadi bisa lewat truknya," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (27/1/2026) malam.

Menurutnya, posisi palang pintu masih berada di tengah dan belum tertutup sepenuhnya saat kejadian berlangsung.

"Palang pintu posisinya masih di tengah-tengah, belum menutup," terangnya.

Identitas Korban Kecelakaan

Sopir truk tronton bernopol L 8861 UC, Sutarno (43), warga Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, meninggal dunia usai kendaraannya tertemper KA Gajayana.

Sementara itu, kernet truk Suryanto (54), warga Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, masih menjalani perawatan di RSUD Prembun akibat luka-luka.

Petugas palang pintu Rahman Al Ghazali (23) juga masih dirawat di RSUD Kebumen.

Polisi Lakukan Penanganan dan Penyelidikan

Kasatlantas Polres Kebumen, AKP Edi Nugroho, mengatakan pihaknya bersama instansi terkait masih berupaya mengevakuasi badan truk yang sempat menutup jalur kereta api dengan mengerahkan satu unit mobil derek.

"Kami akan tetap dilaksanakan sistem buka-tutup sampai evakuasi truk tronton dilaksanakan, sehingga lajur kereta satu atau dua, dua-duanya dapat digunakan kembali," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (28/1/2026) dini hari.

Dia menambahkan, proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama. Oleh karena itu, pengguna jalan nasional diimbau menggunakan jalur alternatif.

Saat ditanya terkait penyebab kecelakaan, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan.

Pasalnya, kernet truk dan petugas palang pintu belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan medis.

Jalur Hulu Sempat Ditutup

Akibat kecelakaan tersebut, jalur hulu sempat tidak dapat dilalui kereta api, sementara jalur hilir hanya dapat dilewati dengan kecepatan 40 kilometer per jam.

Manager Humas PT KAI Daop V Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan petugas masih melakukan pemeriksaan di lapangan guna memastikan keselamatan perjalanan.

"Untuk kronologi lengkapnya dan penyebabnya, kami masih menunggu pemeriksaan resmi."

"Akan kami informasikan nanti," katanya.

PT KAI juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang serta mematuhi rambu dan peraturan yang berlaku.

"Kami memohon maaf atas keterlambatan perjalanan kereta api yang terjadi sebagai dampak dari insiden ini."

"KAI telah menyiapkan service recovery bagi pelanggan yang terdampak keterlambatan akibat insiden tersebut," terangnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul "Pos Palang Pintu JPL 582 Kebumen Hancur, Personel Ditempatkan di Lokasi Atur Lalu Lintas", dan "Hancur Rata Tanah: Penampakan Pos Jaga Perlintasan Usai Dihantam Truk yang Tertemper KA di Kebumen".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang