KA Menoreh Tabrak Truk Tangki, Asisten Masinis Patah Kaki dan Masinis Cedera Rusuk
Insiden anjloknya Kereta Api (KA) Menoreh di Kabupaten Cirebon pada Rabu (21/1/2026) dini hari tidak hanya menimbulkan kerusakan serius pada sarana perkeretaapian, tetapi juga menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka.
Dua korban luka merupakan kru KA Menoreh, yakni masinis dan asisten masinis. Sementara satu korban lainnya adalah sopir truk tangki air yang tertemper kereta api saat berhenti di jalur rel.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Apa yang Terjadi dalam Insiden KA Menoreh di Cirebon?
Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.
47 WIB di KM 201+400, Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Saat itu, KA Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasar Senen melaju di jalur bebas dan menabrak truk tangki air yang berhenti di atas rel.
“Anjlokan terjadi akibat kereta api menemper truk tangki air di perlintasan desa ini. Akibatnya, lokomotif anjlok sebanyak tiga as atau satu bogie,” ujar Sigit saat ditemui di lokasi usai proses evakuasi.
Benturan keras membuat bagian depan lokomotif ringsek parah. Roda truk bahkan terseret hingga ratusan meter dari titik awal kejadian, menunjukkan besarnya daya tumbuk akibat kecepatan kereta yang melintas normal di jalur tersebut.
Siapa Saja Korban dalam Kecelakaan Ini?
Sigit memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, tiga orang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
“Dari kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun ada korban luka dari kru kami, yakni masinis dan asisten masinis. Asisten masinis mengalami luka cukup sedang dengan kondisi kaki patah, sementara masinis mengalami patah tulang rusuk dan saat ini sudah ditangani di RSUD Waled,” kata Sigit.
Selain kru KA, sopir truk tangki air bernama Abi Eko, warga Kedawung, Kabupaten Cirebon, juga mengalami luka. Sopir truk bernomor polisi E 9877 A itu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Bagaimana Kondisi Penumpang KA Menoreh?
Meski kecelakaan terjadi dengan benturan keras, PT KAI memastikan seluruh penumpang KA Menoreh selamat dan tidak mengalami cedera. Saat kejadian, tingkat okupansi penumpang KA Menoreh tercatat sekitar 31 persen.
“Untuk penumpang, alhamdulillah tidak ada korban. Seluruh penumpang dalam kondisi selamat dan perjalanan KA Menoreh tetap dilanjutkan setelah penanganan awal,” jelas Sigit.
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, juga menegaskan hal serupa.
“Penumpang dalam kondisi aman dan tidak ada yang mengalami cedera,” katanya.
Bagaimana Proses Evakuasi dan Pemulihan Jalur?
Pantauan di lokasi menunjukkan proses evakuasi lokomotif memakan waktu cukup panjang. Lokomotif baru berhasil dievakuasi menggunakan railway crane sekitar pukul 09.20 WIB, sebelum kemudian ditarik menuju Stasiun Waruduwur.
“Untuk posisi jalan rel di petak Waruduwur–Babakan saat ini sudah normal kembali. Namun di jalur hilir arah Jakarta masih diberlakukan pembatasan kecepatan 40 kilometer per jam karena ada beberapa bantalan rel yang rusak dan perlu perbaikan lanjutan,” ujar Sigit.
Muhibbuddin menambahkan, jalur hilir sempat tidak dapat dilalui sementara waktu akibat kerusakan rel. Namun, jalur hulu masih bisa digunakan sehingga operasional kereta api tetap berjalan secara terbatas.
“Usai evakuasi, kondisi jalan rel di jalur hilir yang mengalami kerusakan dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Setelahnya dapat dilewati KA dengan kecepatan terbatas 40 km per jam,” katanya.
Mengapa Dampak Benturan Begitu Parah?
Menurut Muhibbuddin, lokasi kejadian merupakan jalur bebas yang memungkinkan kereta melaju dengan kecepatan normal. Kondisi inilah yang membuat dampak benturan menjadi sangat besar.
“Ini jalur bebas, sehingga kecepatan kereta normal. Karena itu, saat terjadi tumburan dampaknya cukup serius, terutama pada lokomotif,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, truk tangki air tersebut mengalami mogok tepat di atas rel. Masinis KA Menoreh sempat memberikan peringatan, namun truk tidak dapat segera meninggalkan jalur sehingga tabrakan tidak terhindarkan.
Akibat peristiwa ini, sejumlah perjalanan kereta api lintas utara, khususnya rute Cirebon–Semarang dan sebaliknya, sempat mengalami keterlambatan.
“Kereta api lintas utara sempat ditahan. Keterlambatan bisa lebih dari satu jam, dan sementara ini ada sekitar lima sampai enam kereta yang terdampak,” ujar Sigit.
Setelah dilakukan penggantian lokomotif, rangkaian KA Menoreh akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju Jakarta pada pukul 05.28 WIB.
Apa Langkah Kepolisian dan Pihak Terkait?
Kepala Satlantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno, mengatakan pihaknya saat ini masih mengutamakan keselamatan dan perawatan korban, termasuk sopir truk yang masih menjalani perawatan medis.
“Apabila kondisinya sudah membaik, tentu akan kami lakukan Berita Acara Pemeriksaan terhadap sopir yang diduga menjadi penyebab kecelakaan,” katanya.
Ia menjelaskan kecelakaan bermula ketika truk mengalami gangguan mesin dan berhenti tepat di atas rel perlintasan yang tidak terjaga.
“Menyadari tabrakan tidak terhindarkan, sopir truk berupaya menyelamatkan diri dengan keluar dari kendaraan sesaat sebelum benturan. Akibat kejadian itu, sopir truk, masinis, dan asisten masinis mengalami luka ringan,” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang