Dengar Suara Aneh Saat Mandi Sampai Bikin Merinding? Ternyata Ini Alasannya
Pernahkah kamu merasakan hal aneh saat mandi? Seperti mendengar namamu dipanggil atau bahkan merasa mendengar telfonmu berdering. Momen seperti ini biasanya langsung diasoasikan dengan hal-hal mistis. Namun sebenarnya apa yang terjadi?
Insiden semacam itu sangat umum terjadi saat kamu sedang mandi. Bahkan dokter bedah dan pembuat konten kesehatan asal Inggris, Dr. Karan Rajan mengungkap bahwa fenomena itu normal. Dia menjelaskan bahwa fenomena seperti itu dikenal dengan istilah auditory pareidolia.
Lantas apa itu auditory pareidolia? Melansir laman Hindustan Times, Selasa 3 Februari 2026, menurut penjelasan Dr. Rajan, otak manusia memang dirancang untuk mendeteksi pola sebagai mekanisme bertahan hidup. Jadi, ketika mendengar white noise seperti suara air mengalir, otak mencatatnya sebagai semacam gangguan audio tapi tidak begitu saja mengabaikannya.
Sebaliknya, otak akan memindai bank memori individu untuk mencari suara yang familiar dan kemudian menempelkannya ke bunyi tersebut. Ini bisa termasuk suara orang yang berteriak minta tolong, telepon yang berdering, atau nama orang itu dipanggil.
“Otakmu mengisi kekosongan dengan apa yang ia harapkan terdengar, bukan apa yang sebenarnya ada. Sederhananya, otakmu sedang ‘menipu’ dirinya sendiri," kata Dr. Rajan.
Alasan terjadinya auditory pareidolia mirip dengan mengapa beberapa orang mengaku melihat wajah di awan. Namun, yang membuat fenomena ini lebih menyeramkan adalah, dengan suara, otak awalnya benar-benar percaya itu nyata. Seseorang tidak bisa langsung menyadari itu hanyalah ilusi, sehingga ketika mendengar suara seperti itu saat mandi, mereka sering mematikan air hanya untuk menemukan kesunyian sepenuhnya.
Hubungan dengan ide-ide kreatif di shower
Sistem pencocokan pola yang menyebabkan auditory pareidolia juga menjelaskan mengapa kita sering mendapatkan ide terbaik saat mandi, kata Dr. Rajan.
Ketika otakmu tidak dibanjiri input sensorik, default mode network akan aktif. Ini terkait dengan kreativitas dan wawasan. Stimulasi rendah memaksa otak mengisi kekosongan, dan terkadang otak mengisinya dengan pemecahan masalah, bukan ketakutan eksistensial atau teriakan hantu, jelasnya.
“Bukan hanya mandi. Menyedot debu, menyikat gigi, menyetir di jalan tol, mencuci piring semua kegiatan membosankan dengan suara latar white noise semuanya memicu kondisi kreatif yang sama di otakmu. Otak kita butuh monoton itu agar bisa menjelajah dan membuat koneksi saraf yang tak terduga,”kata dia.
Dengan kata lain, jika kita ingin membuka lebih banyak kreativitas, terkadang kita perlu memulai dengan melakukan sesuatu yang benar-benar membosankan terlebih dahulu.