Top 10+ Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Gak Nyangka Ada Indonesia
Harga emas dunia terus menunjukkan tren kenaikan harga bahkan harga emas buatan PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam mencetak rekor tertinggi sebesar Rp 2.360.000 per gram pada 14 Oktober 2025. Lonjakan harga tentu menguntungkan negara-negara yang tersohor sebagai produsen emas terbesar di dunia.
Kenaikan emas tidka lepas dari pandangan sebagai instrumen investasi favorit karena dianggap sebagai pelindung nilai (save hafen) di tengah gejolak pasar dan ketidakpastian geopolitik. Tidak heran, negara-negara penghasil emas terbesar dunia memainkan peran penting dalam peta ekonomi internasional.
Dikutip dari Gold Price pada Kamis, 6 November 2025, harga emas dunia selama 24 jam terakhir mengalami kenaikan 0,71 persen atau 28,,36 poin menjadi US$4.011 atau Rp67,02 juta (estimasi kurs Rp 16.710 per dolar AS) per ons. Harga emas anjlok 1,60 persen selama sebulan tetapi naik 17,65 persen dalam enam bulan dan melonjak 47,66 persen dalam setahun.
Menariknya, di antara deretan raksasa produsen emas ada Indonesia ternyata masuk dalam jajaran penghasil emas terbesar dunia. Fakta ini mengejutkan banyak orang, mengingat peran Indonesia sebagai eksportir batu bara dan minyak sawit kerap lebih disorot.
Dikutip dari Times of India, laporan World Gold Council (WGC) berjudul Gold Demand Trends 2025 menunjukkan sepuluh negara teratas penghasil emas secara kolektif bertanggung jawab atas lebih dari 60 persen pasokan emas global. Data ini menunjukkan betapa strategisnya komoditas emas bagi ekonomi nasional, mulai dari pendapatan ekspor hingga perluasan lapangan kerja dan pembangunan wilayah tambang.
Berikut daftar 10 negara produsen emas terbesar dunia tahun 2025 menurut WGC.
1. China
China mempertahankan posisinya sebagai produsen emas terbesar dunia, dengan kontribusi 380,2 ton atau sekitar 10 persen dari total produksi global. Perusahaan tambang milik pemerintah Tiongkok seperti China National Gold Group dan Shandong Gold menjadi pemain utama. Wilayah seperti Shandong, Henan, dan Jiangxi menjadi pusat aktivitas tambang emas terbesar.
2. Rusia
Bendera Rusia.
Cadangan emas melimpah terutama di Siberia dan wilayah timur menjadikan Rusia berada di peringkat kedua dengan jumlah produksi mencapai 330,0 ton. Tidak hanya sebagai komoditas ekspor, emas juga berperan sebagai aset cadangan strategis pemerintah Rusia. Bank sentral negara tersebut aktif menambah kepemilikan emas domestik setiap tahunnya.
3. Australia
Australia menjadi produsen emas terbesar ketiga dunia yang menghasilkan emas sebanyak 284,0 ton. Tambang terbuka besar seperti Kalgoorlie dan Boddington di Australia Barat menjadi sumber utama produksi.
Menurut Minerals Council of Australia, pertumbuhan produksi yang stabil berkat eksplorasi lanjutan dan infrastruktur refinasi kelas dunia, dengan 80 persen hasil ekspor mengalir ke Asia, terutama China dan India.
4. Kanada
Dengan lanskap geologi yang kaya, Kanada berada di posisi keempat dengan jumlah produksi emas sebanyak 202,1 ton. Wilayah Abitibi Greenstone Belt di Quebec dan Klondike di Yukon menjadi titik eksplorasi utama. Menurut Natural Resources Canada, produksi emas berkontribusi signifikan bagi PDB nasional dan menyerap ribuan tenaga kerja.
5. Amerika Serikat
Ilustrasi Ekonomi Amerika Serikat
Amerika Serikat berada di posisi kelima sebagai negara produsen emas terbesar dengan jumlah produksi emas sebanyak 158,0 ton. Nevada menyumbang 75 persen produksi emas nasional. Laporan U.S. Geological Survey (USGS) menyebutkan produksi emas di negara tersebut konsisten berkat teknologi penambangan yang maju serta standar keselamatan tambang yang ketat.
6. Ghana
Ghana berada di peringkat ke enam sekaligus negara penghasil emas terbesar di Afrika dengan total produksi emas sebanyak 140,6 ton. Jumlah tersebut berkat kebijakan investasi yang ramah investor serta peningkatan pengawasan pertambangan rakyat. Menurut Kamar Dagang Tambang Ghana, emas menyumbang sekitar 40 persen pendapatan ekspor Ghana.
7. Meksiko
Tambang-tambang besar di Sonora dan Zacatecas membuat Meksiko menempati posisi ketujuh sebanyak 140,3 ton emas. Menurut Kamar Dagang Pertambangan Meksiko (CAMIMEX), dukungan infrastruktur dan investasi asing, terutama dari Kanada dan AS yang menjadi pendorong produksi.
8. Indonesia
Harga Emas, Logam Mulia
Indonesia menempati urutan kedelapan dengan jumlah produksi emas sebanyak 140,1 ton yang berasal dari tambang raksasa seperti Grasberg di Papua yang menjadi salah satu tambang emas terbesar dunia. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa upaya pemerintah dalam restrukturisasi kepemilikan tambang dan pengembangan hilirisasi berhasil mendongkrak kapasitas produksi emas nasional.
9. Peru
Peru menjaga posisinya sebagai produsen emas besar di Amerika Selatan sebanyak 136,9 ton. Hampir 15 persen pendapatan ekspornya berasal dari komoditas emas. Meskipun begitu, tantangan terkait penambangan ilegal dan dampak lingkungan masih membayangi sektor ini.
10. Uzbekistan
Uzbekistan melengkapi daftar 10 besar lewat tambang Muruntau, salah satu tambang emas terbuka paling besar di dunia. Negara ini mampu menghasilkan emas sebanyak 129,1 ton. Reformasi investasi dan modernisasi tambang meningkatkan output emas negara ini secara signifikan.