Prakiraan BMKG Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah di Sumut Besok, Gelombang Laut Capai 2,5 Meter
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Sumatera Utara masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Rabu (21/1/2026), terutama pada sore hingga malam hari. Meski demikian, secara umum kondisi cuaca di wilayah ini relatif stabil dengan dominasi awan sejak pagi hari.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Lestari Purba, menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada Rabu pagi di Sumatera Utara diperkirakan berawan merata di hampir seluruh wilayah.
"Secara umum cuaca di Sumatera Utara pada Rabu pagi rata-rata berawan," ujar Lestari Purba di Medan, Selasa (20/1/2026) dikutip dari Antara.
Bagaimana Kondisi Cuaca dari Siang hingga Sore Hari?
Memasuki siang hingga sore hari, tutupan awan masih mendominasi. Namun, sejumlah daerah diperkirakan berpotensi mengalami hujan ringan. Wilayah yang masuk dalam kategori waspada hujan ringan antara lain:
- Asahan
- Labuhanbatu
- Labuhanbatu Utara
- Mandailing Natal
- Padang Lawas
- Padang Lawas Utara
- Samosir
- Tapanuli Utara
- Simalungun
- Tapanuli Selatan
- Toba.
Apa yang Terjadi pada Malam hingga Dini Hari?
Pada malam hari, cuaca di Sumatera Utara diperkirakan masih berawan dan berpotensi hujan ringan di sejumlah wilayah, seperti:
- Dairi
- Labuhanbatu
- Labuhanbatu Selatan
- Padang Lawas
- Padang Lawas Utara
- Pakpak Bharat
Sementara itu, pada dini hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di Labuhanbatu Utara, Langkat, dan Toba. Kondisi ini menandakan pola cuaca yang relatif konsisten sepanjang hari, meskipun intensitas hujan diperkirakan tidak tinggi.
Berapa Suhu Udara dan Kelembaban di Sumatera Utara?
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 11 hingga 32 derajat Celcius. Adapun kelembaban udara cukup tinggi, berada pada rentang 56 hingga 99 persen.
Kondisi ini dapat memicu rasa gerah di siang hari dan dingin pada malam hingga dini hari, terutama di wilayah dataran tinggi.
Angin diperkirakan bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan relatif rendah, yakni sekitar 3 hingga 7 kilometer per jam.
Apakah Ada Ancaman Gelombang Tinggi di Perairan Sumut?
Selain cuaca daratan, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara.
Prakirawan BBMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizky Ramadhan, sebelumnya menyampaikan bahwa gelombang laut setinggi 1,5 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi pada periode 19 hingga 22 Januari 2026.
Gelombang tersebut diperkirakan melanda beberapa wilayah perairan, antara lain:
- Perairan timur Kepulauan Nias
- Perairan barat Kepulauan Nias
- Perairan Kepulauan Batu
- Perairan barat Kepulauan Batu
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
Menurut Rizky Ramadhan, peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang dipengaruhi oleh sejumlah sistem cuaca global, antara lain keberadaan Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina timur Manila, Bibit Siklon Tropis 968 di Samudra Hindia barat laut Australia, serta Bibit Siklon Tropis 978 di pesisir utara Australia.
"Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6 hingga 25 knot," ujarnya.
Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, pola angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang relatif lebih tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan Sumatera Utara, agar terus memantau perkembangan informasi cuaca dan mengutamakan keselamatan. Dengan kewaspadaan bersama, potensi dampak cuaca dapat diminimalkan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang