Viral Smartwatch Korban Pesawat ATR 42-500 Catat 13.000 Langkah, Keluarga Farhan Mohon Bantuan Presiden"

Sebuah video mengharukan berdurasi 1 menit 42 detik viral di media sosial, memperlihatkan seorang perempuan yang mengaku sebagai kakak dari Dian, kekasih Farhan Gunawan, salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).
Dalam video tersebut, perempuan itu mengungkapkan adanya aktivitas misterius dari perangkat smartwatch milik Farhan yang masih aktif, meski pesawat rute Yogyakarta-Makassar tersebut jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Teka-teki 13 Ribu Langkah di Smartwatch Korban
Perempuan tersebut menjelaskan bahwa ponsel milik Farhan telah ditemukan oleh Tim SAR di hutan dan diserahkan kepada Dian. Menariknya, ponsel tersebut masih terhubung dengan jam tangan pintar (smartwatch) yang dikenakan Farhan.
"Nah, hapenya itu terhubung ke smartwatch-nya. Ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan," ujarnya dalam video tersebut.
Ia merinci bahwa pada Minggu pagi pukul 06.00 WITA, tercatat adanya beberapa langkah kaki. Jumlah tersebut terus bertambah secara signifikan sepanjang hari.
"Dari pagi jam 6 ada beberapa langkah, terus ditambah lagi jam 10 sampai malam juga ada. Saya mohon sekali Pak Presiden Prabowo Subianto, selamatkan Farhan pak," pintanya sambil terisak.
Penjelasan Basarnas dan Pelacakan Cyber Polda Sulsel
Staf SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas Makassar, Arman Amiruddin, membenarkan adanya temuan ponsel tersebut. Ponsel dalam kondisi terkunci itu telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dibawa ke Tim Cyber Polda Sulsel.
Arman mengonfirmasi bahwa data pada perangkat tersebut memang menunjukkan adanya aktivitas pergerakan.
"Kami meminta supaya bisa dilacak koordinat terakhir. Karena dari laporan yang dia kirim itu, per jam 06.53 Wita hari Minggu, ada terbaca seribu langkah. Terus sampai ke jam 05.33 Wita, ada 13 ribu langkah," kata Arman di Posko AJU SAR Desa Tompobulu, Senin (19/1/2026).
Meski demikian, Arman menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kondisi Farhan. Selama tiga hari penyisiran, tim di lapangan belum mendengar tanda-tanda suara minta tolong.
"Untuk memastikan yang beredar, kami belum bisa memastikan bahwa ini hidup atau gimana. Intinya, handphone kami serahkan kemarin untuk bisa dibuka kuncinya (oleh Cyber Crime) agar kami bisa menuju ke titik koordinat terakhir yang aktif," jelas Arman.
Dua Korban Ditemukan di Medan Ekstrem
Tim SAR mengangkat sejumlah barang yang diduga bagian dari pesawat ATR 42-500 milik IAT di posko aju Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan mengevakuasi sejumlah serpihan dan menemukan satu jasad diduga korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sempat hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaruang. ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa.
Hingga hari ketiga pencarian, Senin (19/1/2026), Tim SAR Gabungan telah menemukan dua orang korban. Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyebutkan lokasi penemuan berada di tebing terjal."Korban pertama ditemukan di lereng sedalam 200 meter, diduga laki-laki. Korban kedua ditemukan hari ini di kedalaman 500 meter, diduga perempuan," ungkap Syafii.
Lokasi jatuh pesawat ATR 42-500 tersebut berada di area dengan topografi ekstrem yang didominasi bebatuan dan kemiringan hampir tegak lurus. Hal ini menyebabkan proses evakuasi berjalan lambat.
Identifikasi DVI Polda Sulsel
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, menyatakan bahwa tim Disaster Victim Identification (DVI) telah melakukan pemeriksaan ante mortem terhadap delapan keluarga korban.
Terkait identitas, pihak kepolisian masih menunggu proses pencocokan data post mortem dari jenazah yang dievakuasi.
"Kami belum bisa menyampaikan identitas karena takut terjadi kebocoran data. Kami akan menyampaikan sesuai hasil identifikasi tim DVI agar resmi dan akurat," ujar Kombes Didik di Kantor Biddokkes Polda Sulsel.
Sebagai informasi, pesawat IAT dengan nomor penerbangan ATR 42-500 ini mengangkut total 10 orang, yang terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang.
Saat ini, fokus utama tim SAR adalah pencarian korban, sementara pencarian kotak hitam (black box) menjadi prioritas berikutnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Saudara Pacar Korban ATR 42-500 Ungkap Petunjuk dari Smartwatch, Farhan Jalan 14 Ribu Langkah
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang