Siap-siap! Pemerintah Beri Diskon Tiket Pesawat hingga Kereta Saat Libur Lebaran 2026
Pemerintah bersiap memberikan beberapa insentif selama libur Ramadhan dan Lebaran 2026.
Diskon berlaku untuk tiket pesawat, kereta, transportasi darat, hingga jalan tol.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan ini dirancang sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran pergerakan masyarakat selama momen Lebaran.
"Untuk menjelang hari raya lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan," kata Airlangga usai Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (29/1/2026).
Tak hanya sektor transportasi, pemerintah juga menyiapkan dukungan melalui program bantuan sosial (bansos) dalam bentuk beras dan minyak goreng.
"Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun MinyaKita sedang siapkan juga, dan kita akan melakukan rapat koordinasi inflasi juga di bulan Juni tahun ini," jelas Airlangga.
Diskon Tiket Sudah Diterapkan Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026
Kebijakan diskon transportasi sebelumnya telah diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Program tersebut dinilai efektif dalam mendorong mobilitas, memperlancar arus perjalanan, serta menjaga perputaran ekonomi nasional.
Realisasi selama Nataru menunjukkan hasil positif di sejumlah moda transportasi.
Di sektor perkeretaapian, diskon 30 persen untuk tiket kereta api ekonomi komersial PT KAI berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Program ini mencakup 156 kereta reguler dan 26 kereta tambahan. Dari target 1,5 juta penumpang, realisasinya mencapai 1,7 juta penumpang atau 112,6 persen.
Pada angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon tarif 20 persen dari tarif dasar, di luar asuransi dan pas pelabuhan, selama 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Program yang mencakup 25 kapal penumpang ini berhasil melayani lebih dari 406.000 penumpang, melampaui target sekitar 405.000 orang.
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan diskon jasa pelabuhan hingga 100 persen atau setara sekitar 19 persen dari tarif terpadu rata-rata.
Program tersebut berlaku di 16 pelabuhan pada delapan lintasan selama periode yang sama, dengan realisasi sekitar 206.000 penumpang dan 465.000 kendaraan.
Di sektor penerbangan, insentif diberikan melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan biaya jasa kebandarudaraan, serta perpanjangan jam operasional bandara.
Kebijakan ini menurunkan harga tiket pesawat sekitar 13–14 persen dengan realisasi penumpang mencapai 3,7 juta orang atau 104,2 persen dari target.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang