Kesaksian Warga soal Ledakan Misterius di Pamulang: Suara dari Langit hingga Benda Jatuh
Ledakan misterius mengguncang kawasan permukiman di Jalan Talas II, RT 03 RW 01, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (12/9/2025) pagi.
Suara keras sekitar pukul 05.15–05.30 WIB itu merobohkan rumah, melukai warga, dan membuat puluhan orang mengungsi.
Korban Luka dan Rumah Rusak
Ledakan terdengar hingga radius 500 meter. Tujuh warga dilaporkan luka-luka, tiga di antaranya luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Empat korban lainnya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang.
Selain itu, delapan rumah warga ikut terdampak. Empat rumah rusak berat, sedangkan empat lainnya mengalami kerusakan ringan.
Ahmad Fadli, salah seorang warga Pondok Cabe Ilir, mengaku rumah mertuanya hancur diterjang ledakan.
“Titik ledakan ada di belakang rumah ini, kejadiannya tadi subuh, suaranya kencang banget,” kata Fadli kepada TribunTangerang.com.
Atap rumah runtuh, genting berjatuhan, hingga tembok bagian belakang roboh. Meski demikian, Fadli menyebut tidak ada api ataupun asap setelah kejadian.
Benda Jatuh di Kamar Warga
Kesaksian lain datang dari Nafsiah (48), yang mengaku mendengar benda jatuh di kamarnya sesaat sebelum ledakan.
“Ada kaya benda jatuh, suaranya besar sekali, gak kecil, bedug gitu. Gak lama kaya kucing berantem, gimana sih kucing berantem, geruduk geruduk geruduk, dur, gitu,” ucapnya kepada Tribun Jakarta.
Ledakan sendiri terjadi di rumah lain, sekitar 30 meter dari rumahnya. Nafsiah melihat genting rumah tetangganya berhamburan, sementara korban luka-luka dievakuasi.
“Korban berdarah-darah, yang luka parah ada empat,” katanya.
Ia pun bingung dengan fenomena yang ia dengar.
“Kalau gas bocor masa datengnya dari rumah saya dulu sih. Pokoknya kaya ada benda jatuh, kaya jalan, di atas genting. Makanya gentingnya pada rusak kan,” tambahnya.
Suara Seperti dari Langit
Fatma (60), warga lain, mendengar ledakan keras disertai getaran sekitar pukul 05.20 WIB.
“Kita mendengar semuanya mendengar seperti ada suara ledakan. Getarannya terasa,” ujarnya.
Ia sempat mencari sumber suara, namun yang dilihatnya justru lima rumah tetangganya sudah ambruk. Menurut Fatma, suara ledakan terasa berasal dari atas.
“Suaranya dari atas, semua yang mendengar suaranya dari langit. Semua warga juga mendengarnya begitu,” kata dia.
Tak hanya warga sekitar, Dillah (28) yang tinggal berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi juga merasakan getaran.
“Kedengaran suara sama geterannya. Tetangga gua juga pada geter,” ungkapnya.
Sementara Tohir (59) menambahkan, ledakan terdengar sekali namun sangat kuat, hingga terasa meski rumahnya berjarak 100 meter dari TKP.
“Yang ambruk parah itu tiga rumah, sekitarnya terdampak. Itu rumah deretan. Gak tahu bom, gak tahu apa itu. Yang dari Legoso saja kedengeran ledakannya,” kata Tohir.
Polisi Kerahkan Puslabfor
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang memastikan pihaknya telah menurunkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk menyelidiki penyebab ledakan.
“Kami menurunkan Puslabfor Polri untuk mengetahui apa penyebab dari dugaan ledakan tersebut. Kami juga bekerja sama dengan PLN untuk pemadaman sementara pada area rumah di sekitar TKP,” kata Victor, Jumat.
Polisi juga mensterilkan radius 10 meter dari titik ledakan. Warga diminta mengungsi sementara ke kantor RW, kelurahan, maupun kecamatan.
“Rumah-rumah di sekitaran TKP tersebut sudah kita amankan, kemudian kita juga sudah sarankan ke masyarakat yang berada di sekitar parameter lokasi untuk tidak beraktivitas dulu di rumah,” ujarnya.
Puluhan Warga Mengungsi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mencatat 52 jiwa kini mengungsi di Masjid Daarun Naiim yang dijadikan posko darurat. BPBD juga membuka dapur umum 24 jam untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.
“52 jiwa pengungsi akan kita cukupi makan minumnya sehari tiga kali. Kita juga siapkan tambahan gizi dan sembako untuk kebutuhan tujuh hari ke depan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel, Essa Nugraha.
Pantauan di lokasi, rumah-rumah yang terdampak tampak porak-poranda. Atap runtuh, pintu dan jendela terlepas, tembok retak, hingga puing-puing bata dan kayu berserakan. Area sekitar dipasangi garis polisi dan dijaga aparat.
Irma (bukan nama sebenarnya), warga yang tinggal tak jauh dari titik ledakan, menggambarkan suara yang ia dengar terasa aneh.
“Suaranya jauh ke mana-mana. Bukan kayak yang nyaring. Kayak yang dari bawah tanah gitu tapi bukan yang nyaring banget, ya kayak mendem gitu suaranya,” ucapnya.
Sementara itu, Eti (bukan nama sebenarnya) mengaku mendengar ledakan saat tengah salat Subuh.
“Kita juga (awalnya) gak tau sumbernya dari mana. Baru orang pada keluar-keluar. Iya, maksudnya pada keluar semua nyari di mana-di mana (sumber suara ledakan), gitu. Apa ini, apa ini, gitu,” katanya.