Diserang Netizen di Tengah Konflik Denada–Ressa, Irfan Hakim Buka Suara soal Fakta yang Tak Terungkap
Konflik antara Denada dan putranya, Ressa Rizky, terus menjadi sorotan. Namun, di luar polemik hubungan ibu dan anak tersebut, satu nama lain justru ikut terseret arus kemarahan warganet: Irfan Hakim. Presenter kondang itu mendadak dihujani kritik dan tudingan tidak berempati, bahkan dianggap menormalisasi hubungan keluarga yang bermasalah.
Merasa disudutkan oleh opini yang berkembang liar, Irfan akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa kemarahan publik terhadap dirinya berangkat dari kesalahpahaman besar yang dipicu potongan informasi di media sosial. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Menurut Irfan, banyak netizen mengaitkan pernyataannya dengan pengakuan Ressa di podcast Denny Sumargo, seolah-olah ia menyudutkan sang anak. Padahal, wawancara Irfan dengan Hotman Paris yang kini dipermasalahkan dilakukan pada 20 Januari, jauh sebelum podcast tersebut viral sepekan kemudian.
Dalam wawancara itu, Irfan hanya melontarkan pertanyaan hukum yang saat itu memang tengah menjadi bahan diskusi publik, yakni soal status dan tanggung jawab orang tua terhadap seorang anak. Hotman Paris pun memberikan jawaban normatif dari sisi hukum.
"Jika lahir dari sebuah pernikahan resmi, maka Ayah yang bertanggung jawab. Jika diduga lahir di luar nikah, berarti Ibu yang bertanggung jawab," ujar Hotman saat itu, dikutip Minggu 1 Februari 2026.
Irfan menegaskan, pertanyaan tersebut tidak ditujukan untuk menyerang siapa pun, melainkan untuk menjawab rasa penasaran publik yang berkembang sebelum ada penjelasan terbuka dari Denada maupun Ressa.
Lebih jauh, Irfan mengungkap fakta yang selama ini ia simpan rapat. Ia mengaku telah menerima cerita pribadi dari pihak Denada yang berbeda dengan narasi yang beredar luas. Namun, sebagai figur publik dan pembawa acara, ia memilih menjaga batas profesional.
"Gue sudah melihat pengakuan di podcast itu, tapi gue juga menerima cerita dari pihak Denada yang belum bisa disebarluaskan. Saya tidak berpihak kepada siapa pun karena menurut saya, baik Denada maupun Ressa memiliki hak yang sama untuk bersuara," tegas Irfan Hakim.
Ia menambahkan, cerita tersebut merupakan ranah pribadi dan hanya Denada yang berhak membukanya kepada publik jika memang sudah waktunya. Irfan pun turut meluruskan anggapan bahwa Denada lepas tangan sebagai ibu.
Dalam video yang ia unggah ulang, pernyataan pengacara Denada ditegaskan kembali.
"Mbak Denada itu bukan tidak mengakui Ressa sebagai anak. Ressa ini bukan sekadar diakui, bahkan ia dibiayai, difasilitasi, dan disekolahkan," ungkap sang pengacara.
Di balik semua klarifikasi itu, Irfan tak menampik bahwa hujatan yang datang kepadanya meninggalkan luka. Ia menyayangkan serangan netizen yang meluas hingga menyeret istri dan anak-anaknya, padahal mereka tidak terlibat apa pun dalam persoalan ini.
Menutup pernyataannya, Irfan kembali menegaskan posisinya sebagai host yang wajib bersikap netral.
"Saya adalah pembawa acara talk show. Saya tidak boleh berpihak kepada salah satu narasumber. Saya harus netral, dan itulah yang saya lakukan sampai saat ini," ujarnya tegas.