Bupati Bener Meriah Bantah Isu 80 Ton Bantuan Hilang, Sebut Semua Logistik Tercatat dan Tersalurkan

bantuan 80 ton hilang, Bener Meriah, Bupati Bener Meriah, bantuan hilang, Bupati Bener Meriah Bantah Isu 80 Ton Bantuan Hilang, Sebut Semua Logistik Tercatat dan Tersalurkan, Pemkab Bener Meriah Tegaskan Semua Bantuan Tercatat, Warga Bener Meriah Dinilai Kooperatif, Khawatir Donatur Kehilangan Kepercayaan, Penjelasan Gubernur Aceh Soal Laporan 80 Ton Bantuan, BPBD dan Pusdatin Bener Meriah: Tidak Ada Logistik Hilang

Bupati Bener Meriah, Aceh, Tagore Abubakar, memberikan klarifikasi terkait isu hilangnya 80 ton bantuan logistik pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Ia menegaskan, kabar tersebut tidak benar dan tidak disertai bukti yang jelas.

Isu bantuan 80 ton hilang di Bener Meriah mencuat setelah Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyampaikan kepada awak media bahwa dirinya menerima laporan mengenai raibnya logistik bantuan yang disalurkan ke Kabupaten Bener Meriah.

Menanggapi hal tersebut, Tagore secara tegas membantah adanya kehilangan bantuan.

“Tanya sama Mualem, karena dia yang ngomong (hilangnya 80 ton bantuan logistik), karena menurut yang saya amati sepanjang saya menjadi Bupati Bener Meriah, ini enggak ada kehilangan,” kata Tagore Abubakar, dikutip dari unggahan Instagram @pemkab_benermeriah yang diunggah ulang akun @bnpb_indonesia, Senin (15/12/2025).

Pemkab Bener Meriah Tegaskan Semua Bantuan Tercatat

Tagore menegaskan bahwa seluruh bantuan logistik yang masuk ke Bener Meriah tercatat secara administratif dan dapat ditelusuri asal-usul serta peruntukannya.

“Karena semua yang masuk ke Bener Meriah tercatat dan bisa dilihat bantuan dari mana, untuk siapa. Ini semua tercatat,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Ia mengaku terganggu dengan berkembangnya isu bantuan hilang, karena dapat membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat seolah-olah pemerintah daerah telah menggelapkan bantuan.

“Terganggu kami di sini. Kenapa terganggu? Karena masyarakat seolah-olah pemerintah benar-benar menggelapkan 80 ton. Ini artinya isu yang tidak baik,” ucap Tagore.

Menurutnya, Pemkab Bener Meriah telah berupaya maksimal menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor, baik melalui jalur darat maupun udara.

“Kami berusaha supaya masyarakat tetap tenang. Bantuan sampai dan insyaallah ke seluruh desa sudah masuk, termasuk dari jalur bawah dan heli-heli dari Jakarta. Sudah masuk semua ini,” katanya.

Jika masih ada wilayah yang belum menerima bantuan, Tagore memastikan pihaknya siap segera menyalurkannya.

“Kalau misalnya ada (bantuan) yang enggak masuk, kami sudah siapkan, kami dorong langsung untuk dikirim ke lokasi,” ujar dia.

Warga Bener Meriah Dinilai Kooperatif

bantuan 80 ton hilang, Bener Meriah, Bupati Bener Meriah, bantuan hilang, Bupati Bener Meriah Bantah Isu 80 Ton Bantuan Hilang, Sebut Semua Logistik Tercatat dan Tersalurkan, Pemkab Bener Meriah Tegaskan Semua Bantuan Tercatat, Warga Bener Meriah Dinilai Kooperatif, Khawatir Donatur Kehilangan Kepercayaan, Penjelasan Gubernur Aceh Soal Laporan 80 Ton Bantuan, BPBD dan Pusdatin Bener Meriah: Tidak Ada Logistik Hilang

Masyarakat yang menjadi kuli panggul membawa BBM sepanjang 10 kilometer di jalur KKA Aceh Utara-Bener Meriah.

Tagore juga menyoroti sikap masyarakat Bener Meriah yang dinilainya kooperatif dan bergotong royong dalam proses distribusi bantuan pascabencana.

“Alhamdulillah rakyat kita yang berada di Bener Meriah kooperatif, bergotong royong membantu pemerintah untuk menyampaikan bantuan-bantuan, beras dan lain-lain,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak saling menyalahkan dan membuka ruang bagi media untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

“Di sini, kita tidak boleh saling menyalahkan. Apa yang sebenarnya terjadi di sana, para media boleh berangkat ke sana,” kata Tagore.

Khawatir Donatur Kehilangan Kepercayaan

Lebih jauh, Tagore mengingatkan bahwa isu bantuan hilang berpotensi menurunkan kepercayaan para donatur terhadap upaya kemanusiaan di Aceh, khususnya di Bener Meriah dan Aceh Tengah.

“Sebenarnya isu ini dapat membuat para donatur kehilangan kepercayaan untuk membantu Aceh Tengah dan Bener Meriah,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Tagore kembali menegaskan tidak ada satu pun bantuan logistik yang dinikmati secara pribadi.

“Demi Allah satu sen pun kita tidak makan,” tegas Tagore.

Penjelasan Gubernur Aceh Soal Laporan 80 Ton Bantuan

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengungkapkan adanya laporan mengenai 80 ton bantuan logistik yang disebut hilang di Bener Meriah. Namun, ia menegaskan informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kalau Bener Meriah dan Aceh Tengah sudah sangat maksimal. Tinggal di lapangan mereka menyalurkan tepat sasaran atau tidak,” kata Mualem saat konferensi pers penetapan perpanjangan status Tanggap Darurat Bencana di Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (10/12/2025) malam, dikutip dari SerambiNews.com.

“Saya ada dengar berita, apakah berita burung atau tidak. Ada 80 ton bantuan hilang entah ke mana. Bantuan kita turunkan semua di Bener Meriah,” ujarnya.

Mualem menyatakan akan melakukan cross check dan kajian mendalam terkait laporan tersebut.

“Nanti akan kita cross check lagi, apa benar informasi ini,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh relawan dan pihak terkait agar menyalurkan bantuan secara amanah dan tepat sasaran, mengingat banyaknya donatur yang menyalurkan bantuan ke wilayah tersebut.

BPBD dan Pusdatin Bener Meriah: Tidak Ada Logistik Hilang

bantuan 80 ton hilang, Bener Meriah, Bupati Bener Meriah, bantuan hilang, Bupati Bener Meriah Bantah Isu 80 Ton Bantuan Hilang, Sebut Semua Logistik Tercatat dan Tersalurkan, Pemkab Bener Meriah Tegaskan Semua Bantuan Tercatat, Warga Bener Meriah Dinilai Kooperatif, Khawatir Donatur Kehilangan Kepercayaan, Penjelasan Gubernur Aceh Soal Laporan 80 Ton Bantuan, BPBD dan Pusdatin Bener Meriah: Tidak Ada Logistik Hilang

Jalan Bener Meriah-Bireuen di Aceh Putus

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya kehilangan logistik 80 ton sebagaimana isu yang beredar.

Menurut Ilham, setiap bantuan yang masuk secara resmi ke posko gudang logistik Pemkab Bener Meriah tercatat dengan baik.

“Itu semua data keluar masuk logistik tercatat dan bisa dibuktikan. Soal benar atau tidak, kalau beras di posko logistik dipastikan tidak ada yang hilang karena setiap butirnya tercatat ke mana disalurkan,” kata Ilham saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/12/2025).

Ia menduga, isu kehilangan kemungkinan merujuk pada bantuan dari donatur yang tidak masuk ke posko resmi.

“Mungkin dimaksud hilang di sini adalah beras dari donatur yang tidak masuk ke posko, itu tidak tercatat di kami,” ujarnya.

Ilham menjelaskan, posko logistik di bandara saat ini berada di bawah kendali TNI Angkatan Udara, dan Pemkab hanya bertanggung jawab atas bantuan yang secara resmi dialamatkan ke pemerintah daerah.

“Di luar itu, posko Pemda tentu tidak bertanggung jawab,” katanya.

Ia mengimbau seluruh donatur agar mengirimkan bantuan melalui Posko Bencana Pemkab Bener Meriah atau langsung ke penerima yang menunggu di gudang kargo Bandara Rembele, agar seluruh bantuan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi.

“Jika bantuan sudah resmi tercatat diterima oleh gudang logistik, setiap penerimanya akan tercatat secara administrasi dan sudah ada SOP ketika akan disalurkan, lengkap dengan dokumentasi penerima,” ucap Ilham.

Ilham berharap tidak ada masyarakat yang kelaparan dan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi bencana.

“Bagi masyarakat yang menemukan adanya kecurangan, pencurian bantuan, dan segala bentuk kejahatan terhadap bantuan segera melaporkan ke pihak berwajib,” tuturnya.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul Kabar dan Tribunnews.com dengan judul Klarifikasi Bupati Bener Meriah tentang Isu 80 Ton Bantuan Hilang: 1 Sen pun Kita Tak Makan!

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang