Tak Ada Wali Laki-laki, Siswi SMP di Kendari Minta Bantuan Damkar Ambil Rapor Sekolah

Damkar, Kendari, Damkar Kendari, Tak Ada Wali Laki-laki, Siswi SMP di Kendari Minta Bantuan Damkar Ambil Rapor Sekolah

Seorang pelajar kelas VIII SMP di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial PAD (13), meminta pertolongan tak biasa kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kendari.

Bukan untuk memadamkan api atau melakukan evakuasi, PAD meminta bantuan agar petugas Damkar bersedia menjadi wali murid untuk mengambil rapornya di sekolah, Senin (22/12/2025).

Permintaan tersebut muncul karena sekolah mewajibkan orangtua atau wali laki-laki hadir saat pembagian rapor. Sementara itu, PAD tidak memiliki wali laki-laki lantaran kedua orangtuanya telah berpisah.

“Sempat juga saya cari jasa sewa bapak, tapi untuk di Kendari itu tidak menjangkau. Jadi saya chat lah om-om Damkar untuk mengambilkan rapor,” kata PAD saat dihubungi Tribun Sultra, Senin (22/12/2025).

PAD mengaku mendapatkan nomor kontak petugas Damkar setelah melakukan pencarian di media sosial TikTok dengan kata kunci “Damkar Kendari”.

“Sebelumnya saya mencari nomor Damkar untuk meminta tolong. Saya search di TikTok ‘Damkar Kendari’ untuk menerimakan lapor,” ujarnya.

Pesan permintaan bantuan tersebut masuk melalui WhatsApp resmi Damkarmat Kendari pada Kamis (18/12/2025).

Dalam pesannya, PAD menjelaskan kondisi keluarganya dan meminta kesediaan petugas Damkar untuk mendampinginya saat penerimaan rapor.

Damkar Kendari Benarkan Laporan

Kasi Kerja Sama dan Publikasi Damkarmat Kendari, Martoyo, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan, PAD merupakan pelajar berusia 13 tahun yang tinggal di Kompleks Perumahan BTN BSB, Jalan Orinunggu, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

“Pelajar ini berusia 13 tahun dan kedua orangtuanya sudah pisah sehingga tidak memiliki wali laki-laki,” tulis Martoyo dalam keterangan resminya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkarmat Kendari langsung merespons dengan menugaskan Komandan Peleton II, Sainuddin Saranani, untuk menjadi wali murid PAD.

Sainuddin Saranani hadir langsung ke sekolah PAD yang berada di kawasan Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Ia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penerimaan rapor dari awal hingga akhir.

“Sainuddin menghadiri prosesi penerimaan rapor dari pukul 08.30 WITA hingga 10.00 WITA,” kata Martoyo.

Sainuddin bahkan datang ke sekolah dengan mengendarai Unit Fire Rescue milik Damkar Kendari. Jarak dari Kantor Damkarmat Kendari di Jalan Balai Kota III, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, menuju sekolah PAD sekitar 7,6 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 17 menit.

Ucapan Terima Kasih dari PAD

PAD menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Damkar Kendari yang telah membantunya tanpa meminta imbalan apa pun.

“Untuk Damkar Kendari, terima kasih telah mengambilkan raporku tanpa upah, dan semangat terus membantu warga yang membutuhkan,” tulis PAD.

Aksi petugas Damkar Kendari yang menjadi wali murid ini pun viral di media sosial. Kisah tersebut dibagikan melalui akun Instagram resmi @dinaskebakarankotakendari pada Senin (22/12/2025).

“Laporan masuk melalui via WhatsApp Damkarmat Kota Kendari dari seorang pelajar,” tulis akun tersebut.

Dalam unggahan itu dijelaskan, permintaan bantuan datang dari seorang siswi SMP yang tidak memiliki wali laki-laki karena kedua orangtuanya telah berpisah.

Damkar Kendari pun memutuskan turun tangan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan kepada warga.

Kisah PAD dan Damkar Kendari ini menuai banyak respons positif dari warganet, yang mengapresiasi kepedulian petugas pemadam kebakaran dalam membantu masyarakat, termasuk di luar tugas utama mereka.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Viral Pelajar SMP Kendari Minta Petugas Damkar Ambil Rapor di Sekolah, Sempat Cari Jasa Sewa Bapak

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang