Kronologi Balita 4 Tahun di Medan Tertembak Saat Ada Tawuran, Peluru Masih Bersarang di Mata

Medan, tawuran, Kronologi Balita 4 Tahun di Medan Tertembak Saat Ada Tawuran, Peluru Masih Bersarang di Mata, Kronologi Kejadian, Terjebak Tawuran Saat Naik Becak, Kesulitan Biaya dan Kendala Operasi, Atensi Wali Kota Medan dan Bantuan Pemerintah, Polisi Identifikasi Pelaku Penembakan

Nasib nahas menimpa seorang balita berinisial AA (4) di Kota Medan, Sumatera Utara. Bocah malang tersebut menjadi korban penembakan saat terjebak di tengah tawuran antar-pemuda di Jalan Stasiun, Kecamatan Belawan, Senin (5/1/2026).

Hingga saat ini, sebuah proyektil peluru dilaporkan masih bersarang di bagian mata korban. Kondisi AA cukup memprihatinkan karena setiap kali berkedip, luka di bagian kelopak matanya terus mengeluarkan darah.

Berikut adalah kronologi lengkap dan perkembangan terkini kasus peluru nyasar yang menimpa balita di Belawan tersebut.

Kronologi Kejadian, Terjebak Tawuran Saat Naik Becak

Peristiwa memilukan ini bermula ketika AA sedang bepergian bersama ibunya, Romanda Capriati Siregar (33), menggunakan becak bermotor (betor). Mereka berencana menjemput sang ayah yang berada di Pasar Baru.

"Waktu itu, saya naik becak sama anak mau jemput suami di Pasar Baru," ujar Romanda saat diwawancarai di RSUD Pirngadi Medan, Selasa (6/1/2026).

Saat melintas di dekat Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) Belawan, perjalanan mereka terhenti.

Jalanan diblokade oleh sekelompok pemuda yang terlibat aksi tawuran. Di tengah situasi mencekam tersebut, tiba-tiba AA menangis histeris.

"Nah, itu terus tiba-tiba anak nangis, ternyata matanya kena tembak," ucap Romanda dengan nada pilu.

Panik melihat darah mengucur deras dari kelopak mata anaknya, Romanda segera melarikan AA ke klinik terdekat.

Namun, karena luka yang terlalu serius, AA dirujuk ke RS PHC Belawan hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Pirngadi Medan.

Kesulitan Biaya dan Kendala Operasi

Penderitaan keluarga AA tidak berhenti di situ. Romanda mengaku kebingungan menanggung biaya pengobatan karena BPJS Kesehatan miliknya ternyata tidak dapat digunakan untuk kasus cedera akibat tindak pidana atau pertikaian.

"Sempat dianjurkan ke rumah sakit swasta cuma tak ada uang. Karena ada BPJS-nya kami datang ke sini (RSUD Pirngadi). Ternyata BPJS tidak bisa dipakai," ungkap Romanda.

Selain masalah biaya, proses pengangkatan peluru juga terkendala fasilitas medis. RSUD Pirngadi dilaporkan tidak memiliki alat yang memadai, sementara rumah sakit rujukan lain seperti RSUP Adam Malik dan RS USU mengalami kendala keterbatasan dokter dan ruang yang penuh.

"Jadi kita sendiri pun bertanya-tanya, ini kapan mau diapain. Sabar menunggu lah, nasib orang susah," tambahnya.

Atensi Wali Kota Medan dan Bantuan Pemerintah

Kondisi AA yang membutuhkan tindakan cepat akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Medan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, menjenguk korban pada Rabu (7/1/2026) dan menginstruksikan pelayanan medis maksimal.

"Atensi saya jelas, pastikan korban dilayani dengan sebaik mungkin, dirawat dengan layak, dan mendapatkan pelayanan terbaik," tegas Rico Waas usai menjenguk korban, dikutip dari Antaranews.

Rico telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk mengawal proses observasi sebelum dokter memutuskan tindakan pembedahan untuk mengangkat peluru tersebut.

Polisi Identifikasi Pelaku Penembakan

Di sisi hukum, Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan bergerak cepat menyelidiki kasus ini. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian di Jalan Stasiun.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, mengonfirmasi bahwa identitas pelaku telah dikantongi petugas.

"Pelaku sudah teridentifikasi. Mohon doanya agar cepat tertangkap pelukunya," kata Agus.

Terkait jenis senjata yang digunakan, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan detail.

"Kami masih menunggu hasil observasi dari rumah sakit untuk memastikan jenis peluru tersebut," pungkasnya.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan Antaranews dengan Judul Wali Kota: Balita korban peluru nyasar di Medan dalam penangana dokter

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang