Hilmi Gimnastiar Disanksi Seumur Hidup, Admin Medsos Dipecat
Klub Liga 4 Jawa Timur, Putra Jaya Pasuruan, akhirnya mengambil langkah tegas menyusul insiden tendangan brutal yang dilakukan salah satu pemainnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar.
Tak hanya memecat sang pemain, manajemen juga memberhentikan pengelola akun Instagram resmi klub.
Nama Putra Jaya Pasuruan mendadak menjadi sorotan publik, bukan karena prestasi di lapangan, melainkan akibat aksi horor Hilmi yang melakukan tendangan ke arah dada Firman Nugraha, pemain Perseta 1970 Tulungagung. Insiden itu terjadi dalam laga babak 32 besar Grup CC Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026.
Aksi tidak sportif tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu kecaman dari warganet. Menyikapi situasi itu, manajemen Putra Jaya bergerak cepat dengan memutus kontrak Hilmi pada Senin (5/1).
Namun, langkah klub tidak berhenti sampai di situ. Putra Jaya Pasuruan juga memutuskan untuk memberhentikan admin akun Instagram klub, yang sebelumnya menuai kritik tajam akibat unggahan bernada defensif dan terkesan membenarkan tindakan sang pemain.
Keputusan itu diumumkan secara resmi melalui unggahan Instagram Story klub pada Selasa (6/1) malam.
“Official statement P.S. Putra Jaya Sumurwaru bahwa admin IG sudah kami berhentikan dan akun per tanggal 6 Januari pukul 13.00 untuk sementara dikelola langsung oleh ketua harian P.S. Putra Jaya Sumurwaru. Atas kejadian ini kami memohon maaf sebesar-besarnya,” tulis pernyataan tersebut.
Sebelumnya, akun Instagram Putra Jaya sempat menjadi sasaran kritik warganet setelah mengunggah pesan yang dinilai tidak sensitif terhadap insiden kekerasan di lapangan.
Unggahan tersebut justru memperkeruh suasana dan memicu gelombang komentar keras dari publik sepak bola nasional.
Akibat respons yang dinilai keliru itu, kolom komentar akun resmi Putra Jaya pun dibanjiri protes. Banyak netizen mendesak klub untuk bersikap lebih tegas dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Dengan memberhentikan pemain dan admin media sosial sekaligus, Putra Jaya Pasuruan berharap dapat meredam polemik serta menunjukkan komitmen untuk menjaga citra dan etika sepak bola Indonesia.