Profil Hilmi Gimnastiar, Pemain Putra Jaya Pasuruan Pelaku Tendangan Kungfu di Liga 4

Aksi Keji Pemain Putra Jaya Pasuruan, Hilmi Gimnastiar tendang dada lawan
Aksi Keji Pemain Putra Jaya Pasuruan, Hilmi Gimnastiar tendang dada lawan

 Kompetisi Liga 4 PSSI kembali menjadi sorotan, bukan karena kualitas permainan, melainkan insiden keras yang mencederai sportivitas. Aksi tak terpuji terjadi dalam laga babak 32 besar yang mempertemukan Putra Jaya Pasuruan dengan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan.

Di tengah pertandingan yang berlangsung, satu momen di menit-menit akhir justru menyisakan catatan kelam bagi sepak bola level akar rumput Indonesia.

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan memasuki menit ke-71. Pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, melakukan tendangan kungfu ke arah dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha. Aksi itu terjadi ketika laga masih berlangsung aktif dan disaksikan publik melalui siaran langsung kanal YouTube PSSI Asprov Jawa Timur.

Dalam laporan pertandingan disebutkan bahwa tindakan Hilmi tidak menunjukkan upaya merebut bola. Sebaliknya, ia langsung mengarahkan tendangan keras ke tubuh lawan. Akibat benturan tersebut, Firman terjatuh dan harus ditandu keluar lapangan sebelum mendapatkan perawatan di ambulans.

Kondisi Firman dilaporkan sudah siuman, namun masih merasakan nyeri di bagian dada dan menjalani perawatan intensif. Wasit yang memimpin pertandingan tanpa ragu langsung mengganjar Hilmi dengan kartu merah.

Laga itu sendiri berakhir dengan kemenangan telak Perseta 1970 Tulungagung atas Putra Jaya Pasuruan dengan skor 7-2. Namun hasil pertandingan seakan tenggelam oleh insiden yang kemudian menuai kecaman dari warganet dan pencinta sepak bola nasional.

Profil Muhammad Hilmi Gimnastiar

Muhammad Hilmi Gimnastiar lahir di Pasuruan pada 15 Maret 2005. Ia bermain sebagai gelandang dan mengenakan nomor punggung 23 bersama Putra Jaya Pasuruan. Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait status kontrak maupun durasi kebersamaannya dengan klub tersebut.

Menanggapi insiden tersebut, manajemen Putra Jaya Pasuruan mengambil langkah tegas. Melalui akun Instagram resmi @ps.putrajaya, klub mengumumkan pemecatan Hilmi berdasarkan surat keterangan bernomor PSPJ/02/05-01-2026.

Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, Gaung Andaka Ranggi P, menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak, khususnya kepada Perseta 1970 Tulungagung, atas tindakan pemainnya. Pernyataan itu disampaikan secara terbuka melalui unggahan resmi klub.

Penanganan Komdis PSSI Jawa Timur

Kasus ini turut ditangani Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur sebagai dugaan pelanggaran disiplin berat. Ketua Komdis PSSI Jawa Timur, Makin Rahmat, menyebut bahwa berdasarkan rekaman video dan laporan perangkat pertandingan, Hilmi melakukan penghadangan dengan kaki kanan yang mengenai dada Firman Nugraha.

Makin menjelaskan insiden tersebut terjadi sekitar menit ke-72, saat skor sementara menunjukkan keunggulan Perseta. Menurutnya, jika merujuk pada rekaman pertandingan, tindakan tersebut masuk kategori pelanggaran berat.

Komdis PSSI Jawa Timur menjadwalkan sidang pada Selasa 11 Januari 2026 pukul 11.00 WIB untuk menentukan bentuk dan tingkat sanksi. Berdasarkan Pasal 48 Kode Disiplin PSSI, pelanggaran tersebut berpotensi berujung hukuman berat, termasuk kemungkinan larangan bermain seumur hidup.