BMKG Lampung: Fenomena Angin Kencang Dipicu Menguatnya Monsun Asia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung menjelaskan penyebab angin kencang yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung.
Fenomena tersebut terjadi akibat menguatnya Monsun Asia atau angin baratan yang membawa massa udara basah.
Kondisi ini diperkuat oleh pola pertemuan dan belokan angin di sekitar Sumatera bagian selatan.
BMKG memperkirakan potensi angin kencang dan cuaca ekstrem masih dapat berlangsung hingga akhir Februari 2026.
Monsun Asia Pengaruhi Kecepatan Angin
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto mengatakan angin kencang di wilayah Lampung dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Asia.
"Angin kencang yang dirasakan di wilayah Lampung ini dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Asia atau angin baratan yang membawa massa udara basah dari Asia menuju Australia," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto saat dihubungi di Bandarlampung, Selasa (17/1/2026), seperti dilansir dari Antara.
Selain itu, kata dia, terdapat pengaruh tidak langsung dari aktifnya pola pertemuan dan belokan angin di sekitar Sumatera bagian selatan.
"Kombinasi ini meningkatkan gradien tekanan udara, sehingga kecepatan angin di wilayah Lampung menjadi lebih kencang dari normal," katanya.
Kecepatan Angin Capai 55 Km per Jam
Rudi menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18 hingga 55 kilometer per jam. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah pesisir dan perairan.
Wilayah yang terdampak antara lain perairan Barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, serta Selat Sunda bagian selatan.
"Sementara di daratan, hembusan angin dapat terasa lebih kencang saat terjadi hujan lebat akibat pengaruh downdraft dari awan hujan," ucap dia.
Potensi Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Februari
Menurut Rudi, potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Lampung masih berpeluang terjadi hingga akhir Februari 2026.
"Karena BMKG telah memprediksi puncak musim penghujan sampai Februari nanti," tambahnya.
BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
Seiring kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak angin kencang, seperti pohon tumbang, atap bangunan ringan, dan baliho roboh.
"Kemudian masyarakat harus berhati-hati saat berkendara, terutama saat hujan lebat disertai angin. Dan untuk nelayan serta pengguna transportasi laut agar memperhatikan peringatan dini cuaca maritim karena angin kencang dapat meningkatkan tinggi gelombang," ujar dia.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca serta peringatan dini resmi yang dikeluarkan BMKG.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang