Mengenal Danau Parang Gombong, New Zealand-nya Purwakarta

Danau Parang Gombong menjadi salah satu destinasi wisata alam yang ramai dikunjungi wisatawan pada akhir pekan terlebih pada momen pergantian Tahun Baru beberapa waktu silam.
Pada Minggu (4/1/2026), arus pengunjung terpantau padat di kawasan wisata yang berada di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tersebut.
Danau Parang Gombong merupakan bagian dari kawasan Waduk Jatiluhur yang menawarkan panorama perbukitan hijau dengan hamparan danau yang luas.
Lanskap alamnya kerap disandingkan dengan pemandangan khas New Zealand, sehingga menarik perhatian wisatawan yang mencari suasana alam terbuka dan tenang.
Lokasi ini cocok untuk berbagai aktivitas luar ruang, mulai dari piknik keluarga, berkemah, memancing, hingga menikmati aktivitas air.
Selain keindahan alamnya, Danau Parang Gombong juga dikenal sebagai destinasi wisata yang ramah di kantong.
Tiket masuk Parang Gombong
Papan nama wisata Paranggombong jadi pilihan spot untuk berswafoto wisatawan.
Tiket masuk dipatok Rp 10.000 per orang, dengan akses jalan yang kini sudah mulus dan mudah dilalui.
Dari pusat Kota Purwakarta, wisatawan hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit perjalanan untuk tiba di lokasi.
Kemudahan akses tersebut turut mendorong meningkatnya jumlah kunjungan dalam beberapa waktu terakhir.
Pesona perbukitan hijau dan senja yang menenangkan
Daya tarik utama Danau Parang Gombong terletak pada bentang alam perbukitan hijau yang mengelilingi danau.
Udara sejuk dan suasana alam yang masih asri menjadikan tempat ini pilihan bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari rutinitas.
Waktu sore hari menjadi momen favorit pengunjung untuk menikmati pemandangan matahari terbenam, sementara pagi hari menawarkan udara segar dengan panorama matahari terbit di balik perbukitan.
"Waktu berkunjung ke Parang Gombong ini enak di sore hari pemandangannya sangat indah kita bisa untuk menikmati senja, begitupun suasana pagi terasa sangat sejuk bisa melihat matahari terbit," ucap Sandra Ismayanti (27), pengunjung asal Bekasi, dikutip , Minggu (4/1/2026).
Tarif area kemping
Selain tempat camping, spot tepi Danau Paranggombong jadi pilihan buat wisatawan mancing.
Bagi wisatawan yang ingin bermalam, tersedia area berkemah di tepi danau dengan tarif Rp 30.000 per malam.
Meski demikian, pengelola belum menyediakan fasilitas penyewaan tenda, sehingga pengunjung diimbau membawa perlengkapan sendiri.
Pengunjung lainnya, Deni Wahyudi, menyebut Danau Parang Gombong sebagai lokasi yang tepat untuk mencari ketenangan.
"Padang rumputnya membentang seperti karpet hijau alami, diapit oleh bukit-bukit hijau dan danau Waduk Jatiluhur yang tenang," kata Deni.
Dorong perputaran ekonomi warga sekitar
Pintu masuk wisata Danau Paranggombong, Tiketnya hanya Rp 10.000 per orang.
Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Danau Parang Gombong juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat lokal.
Warga sekitar memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka usaha kuliner di sekitar kawasan wisata.
Beragam makanan khas daerah tersedia, mulai dari ikan bakar segar, nasi liwet, sate maranggi, hingga nasi timbel yang menjadi favorit wisatawan.
Rusdiyanto, pedagang nasi timbel di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa dagangannya semakin laris sejak akses jalan menuju Danau Parang Gombong diperbaiki.
Ia memastikan harga makanan tetap terjangkau bagi pengunjung.
"Harapan semua pedagang tentunya Parang Gombong ini bisa terus ramai. Wisatawan tak perlu khawatir, pedagang di sini ramah-ramah, tidak menggetok harga, harga kuliner masih tetap normal harga kampung," katanya.
Dengan panorama alam yang memikat, akses yang semakin baik, serta dampak positif bagi ekonomi warga, Danau Parang Gombong kini menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Purwakarta yang layak dikunjungi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang