Wajah Baru KA Cikuray, Gunakan Sarana Ekonomi Kerakyatan mulai 10 Juni
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan wajah baru kereta api (KA) Cikuray relasi Garut–Pasar Senen pulang-pergi melalui konsep Rel Ekonomi Rakyat mulai Rabu (10/6/2026).
Konsep ini diwujudkan melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dirancang untuk memperkuat akses transportasi masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi sektor riil di sepanjang lintasan perjalanan.
"KA Cikuray selama ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah yang dilaluinya," kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).
"Melalui konsep Rel Ekonomi Rakyat, KAI ingin menghadirkan layanan yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi yang dijalankan petani, pedagang pasar, pelaku UMKM, pekerja, pelajar, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya," sambung dia.
Transformasi wajah baru KA Cikuray ini merupakan hasil inovasi Insan KAI melalui Balai Yasa Manggarai.
Pengembangan dilakukan dengan menyesuaikan desain dan karakter layanan untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang menjadi pengguna utama KA Cikuray.
Wajah baru KA Cikuray dengan konsep Rel Ekonomi Rakyat
Volume pengguna KA Cikuray
KA Cikuray. PT KAI menghadirkan wajah baru KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen pulang-pergi melalui konsep Rel Ekonomi Rakyat mulai Rabu (10/6/2026).
KA Cikuray menghadirkan tarif relasi terjauh Garut–Pasar Senen sebesar Rp 45.000 sehingga dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian yaitu Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen.
Sepanjang 2022, KA Cikuray melayani 293.265 pelanggan. Jumlahnya meningkat menjadi 514.767 pelanggan pada 2023.
Tahun berikutnya, volume pelanggan KAI Cikuray kembali meningkat menjadi 591.089 dan mencapai 615.723 pelanggan pada 2025.
Adapun selama Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan.
"Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa KA Cikuray semakin menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antardaerah dengan biaya yang terjangkau," kata Anne.
Layanan kereta petani
Dengan tarif terjangkau Rp 3.000, Kereta Petani dan Pedagang hasil modifikasi Balai Yasa Surabaya Gubeng sukses melayani lebih dari 11.000 pelanggan di lintas Merak dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Setelah Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah, layanan Kereta Petani dan Pedagang juga tengah disiapkan sebagai tahap pengembangan berikutnya dalam program ini.
Layanan tersebut dirancang sebagai solusi mobilitas dan pendukung aktivitas usaha bagi petani, pedagang pasar, serta pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) yang menjadi bagian penting dalam pergerakan ekonomi daerah.
Pengembangan Kereta Petani dan Pedagang diharapkan dapat semakin memperkuat keterhubungan antara sentra produksi, pasar tradisional, dan pusat-pusat perdagangan yang dilalui KA Cikuray.
Mengingat Garut dikenal sebagai salah satu daerah yang tumbuh dari aktivitas pertanian, perdagangan, dan usaha masyarakat.
Perjalanan dimulai dari Garut yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian dan hortikultura di Jawa Barat. Berbagai komoditas seperti kentang, wortel, kubis, tomat, cabai, bawang daun, jeruk, dan alpukat tumbuh di wilayah ini.
Selanjutnya perjalanan berlanjut menuju Bandung Raya yang berkembang sebagai pusat pendidikan, perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif.
Setelah itu KA Cikuray melayani Purwakarta, kawasan industri di Karawang dan Cikarang, hingga Bekasi dan Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional.
"Semakin baik konektivitas yang tersedia, semakin besar pula peluang yang dapat dijangkau masyarakat. Mobilitas yang lancar akan mendukung produktivitas usaha, memperkuat perdagangan, serta membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan lapangan pekerjaan," ungkap Anne.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang