Jelajah Borobudur Naik VW Safari Klasik, Bayarnya Tinggal Scan QRIS

Pagi itu, Sabtu (30/5/2026), lapangan Tuksongo di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mulai dipenuhi deretan VW Safari klasik yang membawa wisatawan.
Sesampainya di lapangan, para wisatawan bergegas turun dari mobil dan berpose di depan VW, dengan latar Perbukitan Menoreh yang membentang di kejauhan serta deretan pohon cemara yang menjulang tinggi.
Beberapa fotografer jalanan pun mengarahkan tamu untuk berpose dengan memegang balon atau justru berlompatan dengan membawa confetti.
Dalam beberapa tahun terakhir, wisata keliling desa menggunakan VW klasik menjadi salah satu aktivitas yang banyak diminati wisatawan di kawasan Borobudur.
Ihsan, wisatawan dari Jakarta yang membawa istri dan dua orang anak, mengaku terkesan dengan wisata VW ini.
"Karena memfasilitasi pelancong seperti kami yang dari luar kota untuk mengambil momen-momen bersama keluarga menelusuri kawasan di sekitar candi," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (30/5/2026).
Ia menilai wisata ini memberikan pengalaman berbeda bagi keluarga yang ingin menikmati kawasan Borobudur dengan lebih santai.
Ihsan yang pagi itu mengenakan pakaian serba putih senada dengan istri dan kedua anaknya tampak antusias mengikuti sesi foto.
Setelah puas mengabadikan momen di Lapangan Tuksongo, keluarga tersebut kembali menaiki VW untuk melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur.
QRIS memudahkan kedua pihak
Selain menikmati sensasi berkeliling dengan VW atap terbuka, Ihsan mengaku terkesan karena banyak pelaku wisata di sekitar Borobudur telah menerima pembayaran digital melalui transfer bank maupun QRIS.
"Saya bayar wisata VW ini pakai transfer bank, sangat memudahkan wisatawan. Karena saya juga tidak selalu bawa uang tunai," ujarnya.
Sebagian besar pemilik usaha VW wisata di Borobudur mengaku sudah beradaptasi dengan pembayaran digital guna mengakomodasi permintaan para tamu.
Dita Novian, sopir dan pemandu wisata dari VW Kita Borobudur, sudah menggunakan QRIS sejak setahun terakhir.
"Ke depannya kami berencana menambah layanan QRIS dari bank lain agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan pembayaran," paparnya, Sabtu, yang juga mengantarkan tamu ke Lapangan Tuksongo.
Menurut Dita, kebanyakan wisatawan yang menjajal wisata VW membayar paketnya menggunakan QRIS, karena mereka tak mau kerepotan menghitung uang yang berjumlah ratusan ribu rupiah untuk short trip dan lebih dari satu juta rupiah untuk one day trip.
Sedangkan Abdul, sopir VW dari VW Borobudur Tour milik Andry Blangkon yang mengantarkan rombongan keluarga Ihsan, mengaku sudah menerima pembayaran pakai QRIS dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejak lima tahun yang lalu.
"Banyak yang meminta bayar pakai QRIS karena wisatawan tak banyak yang bawa cash, mungkin demi faktor keamanan," paparnya kepada Kompas.com, Minggu.
Tamu bisa memilih paketan
Menurut Abdul, wisatawan dapat memilih paket wisata sesuai kebutuhan dan anggaran masing-masing.
Untuk paket termurah dengan kisaran harga Rp 425.000 hingga Rp 450.000, ada short trip dengan durasi 2 jam perjalanan, menjelajahi desa wisata, kunjungan ke Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan ke spot-spot foto.
Selain itu, tersedia paket medium trip dengan tarif sekitar Rp 600.000, yang memiliki durasi 3 jam menjelajahi desa wisata dan kunjungan ke 3 destinasi wisata di sekitar candi.
Paket terlengkap adalah one day trip dengan tarif berkisar Rp 1.175.000 hingga Rp 1.200.000.
"Paket lengkap ini melewati beberapa desa wisata dan mengunjungi sekitar 5 obyek wisata," ujar Dita Novian.
Memperluas jangkauan QRIS cross-border
Selain memudahkan wisatawan domestik, pembayaran digital juga semakin mendukung transaksi wisatawan mancanegara.
BRI, misalnya, telah memperluas layanan QRIS cross-border melalui perangkat EDC yang memungkinkan merchant menerima pembayaran dari pengguna Alipay dan UnionPay secara real-time.
Dilansir dari Antara, Rabu (27/5/2026), langkah strategis hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia dan ASPI ini bertujuan untuk memudahkan wisatawan mancanegara serta pelaku bisnis global bertransaksi tanpa perlu menukarkan uang tunai.
Saat ini BRI terus memperkuat implementasi QRIS cross-border BI yang kini telah terkoneksi di Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan China.
Proses transaksinya sangat mudah. Merchant cukup memasukkan nominal di EDC BRI untuk menghasilkan kode QR unik, lalu pelanggan tinggal memindainya menggunakan aplikasi Alipay atau UnionPay hingga struk bukti pembayaran tercetak otomatis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang