Bupati Menangis Minta Bantuan Presiden, Aceh Timur Dilanda Banjir Mirip Tsunami 2004

Aceh Timur, banjir aceh, aceh timur, Aceh banjir, aceh timur banjir, banjir Aceh Timur, bencana Aceh, Bupati Menangis Minta Bantuan Presiden, Aceh Timur Dilanda Banjir Mirip Tsunami 2004, “Persis Seperti Tsunami Dulu”, Akses Jalan Nasional Terputus, Logistik Habis, Korban Jiwa Diduga Puluhan, Data Masih Gelap, Bupati Memohon Bantuan Helikopter

Seperti mengulang kepanikan tsunami 2004, Aceh Timur kini berada di ambang kolaps setelah banjir besar dan tanah longsor menghantam hampir seluruh wilayah.

Selama empat hari, kabupaten ini terisolasi total: listrik padam, jaringan komunikasi hilang, kantor pelayanan publik tutup, jalan terputus, dan logistik tak bisa masuk. Ribuan warga terjebak tanpa akses keluar, sementara jumlah korban jiwa diperkirakan mencapai puluhan orang.

Kondisi memilukan ini baru terungkap pada Sabtu (29/11/2025), ketika Pemkab Aceh Timur berhasil memasang perangkat internet Starlink secara sewa.

Dari koneksi darurat itulah Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan situasi yang disebutnya “nyaris kolaps”.

“Persis Seperti Tsunami Dulu”

Dalam rapat darurat bersama Forkopimkab, Al-Farlaky tampak beberapa kali mengusap air mata. Ia tidak mampu menyembunyikan kepanikan ketika memohon langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar segera mengirimkan bantuan.

“Kita harus terus bergerak meski dengan segala keterbatasan yang ada. Kita harus bergerak,” ujar Al-Farlaky dengan suara bergetar.

Saat menghubungi wartawan Serambinews.com, Al-Farlaky menegaskan bahwa seluruh 24 kecamatan di Aceh Timur terdampak banjir, dua di antaranya Simpang Jernih dan Serbajadi mengalami kerusakan terparah akibat banjir bandang.

“Di Kecamatan Serbajadi kita mendapat kabar ada tiga desa yang hilang dihantam banjir bandang. Tetapi kami belum menerima kepastiannya karena akses transportasi dan komunikasi terputus,” katanya.

Ia menggambarkan kondisi jalan yang rusak parah, aspal terkelupas, dan arus air berputar deras.

“Persis seperti bencana tsunami dulu,” ujar Al-Farlaky, yang juga merupakan penyintas tsunami 2004.

Akses Jalan Nasional Terputus, Logistik Habis

Jalan nasional Banda Aceh–Medan masih tidak bisa ditembus dari kedua arah. Di sisi lain, persediaan pangan warga tinggal sisa.

“Bantuan belum ada satu pun, baik dari pusat maupun provinsi, karena akses jalan tidak bisa ditembus,” ungkap Al-Farlaky.

Stok logistik di kabupaten telah habis. Bahkan, Bupati mengaku harus mengeluarkan uang pribadi untuk membantu warga yang kelaparan.

“Jika dua hari lagi bantuan belum datang, akan ada warga yang meninggal kelaparan,” ujarnya.

Rumah sakit di Aceh Timur juga lumpuh total karena alat medis rusak diterjang banjir.

“Jadi jangan dianggap bencana di Aceh Timur ini sepele,” tegasnya.

Korban Jiwa Diduga Puluhan, Data Masih Gelap

Akses komunikasi yang terputus membuat data korban jiwa tidak akurat. Al-Farlaky memperkirakan jumlahnya mencapai puluhan orang.

“Saya baru bisa berkomunikasi sejak Sabtu setelah kita pasang Starlink. Kita sewa Rp 10 juta selama 10 hari,” katanya.

Warga di lapangan juga menyampaikan kesaksian memilukan. Muhammad bin Ishak atau Cek Mad, warga Aceh Timur, mengirimkan pesan darurat melalui sinyal Starlink di Pendopo Bupati.

“Kami di Aceh Timur mulai kelaparan. Akses jalan putus. Sinyal HP hilang, listrik padam, kami terkurung karena ketinggian air sejak hari Selasa, 2 meter lebih,” ujarnya.

Data sementara menyebut sedikitnya 8 warga meninggal, tersebar di enam kecamatan:

  • Peunaron: 1 orang
  • Peureulak Barat: 2 orang
  • Peudawa: 2 orang
  • Ranto Peureulak: 1 orang
  • Banda Alam: 1 orang
  • Idi Tunong: 1 orang

Jumlah ini diperkirakan bertambah karena dua kecamatan yakni Peunaron dan Serbajadi, masih tidak dapat dijangkau tim penyelamat. Material longsor setinggi dua meter menutup jalan sepanjang 100 meter.

Bupati Memohon Bantuan Helikopter

Dalam kondisi serba darurat, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky memohon kepada Presiden Prabowo agar bantuan dikirim melalui udara.

“Bapak Bupati minta ke Bapak Presiden agar bantuan sembako dibawa dengan helikopter, karena jalan darat tidak tembus ke Aceh Timur dan stok logistik habis,” kata Cek Mad.

Kapal perang yang membawa bantuan dari Belawan dikabarkan sudah berangkat, namun belum bisa dipastikan kapan tiba.

Banjir besar yang melanda Aceh Timur sejak Selasa (25/11/2025) disebut sebagai salah satu yang terburuk dalam 10 tahun terakhir. Air setinggi dua meter masih mengurung warga di banyak titik.

Warga kini menggantungkan harapan pada bantuan udara, satu-satunya jalur yang mungkin untuk menembus Aceh Timur dalam kondisi “terkurung bencana”.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan Banjir Lumpuhkan Aceh Timur, Bupati: Kami Mohon Pak Gubernur dan Presiden Prabowo Bantu...

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang