Keracunan MBG, 2 Siswi SMP Tapalang Mamuju dalam Kondisi Kritis
Dua siswi SMP Negeri 1 Tapalang, Mamuju, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami kondisi kritis setelah diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka konsumsi di sekolah.
Kedua siswi tersebut mengalami kejang-kejang dan sesak napas, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Mamuju pada Rabu malam (24/9/2025).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Tapalang, Dewi Sundari, menjelaskan bahwa keduanya dirujuk ke dua rumah sakit berbeda, yaitu RSUD Mamuju dan RS TNI Punggawa Malolo.
"Diagnosanya dokter itu dirujuk, keluarganya juga minta dirujuk," kata Dewi saat dihubungi Kompas.com.
Saat ini, kedua siswa tersebut masih dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk observasi lebih lanjut.
Gejala Keracunan MBG pada Siswa Lain
Sementara itu, Dewi juga menambahkan bahwa siswa lainnya yang dirawat di Puskesmas Tapalang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun beberapa masih merasa mual dan muntah.
"Ada yang sudah pulang, tapi ada juga yang baru masuk karena mual baru dirasa," ujar Dewi.
Identitas Siswa yang Terkena Keracunan MBG
Dua siswa yang dirujuk ke rumah sakit di Mamuju berinisial RA dan NK. Irdin, kerabat dari RA, mengungkapkan bahwa kondisi RA sudah mulai membaik setelah dirawat di ruang IGD RSUD Mamuju.
Sebelumnya, RA mengalami kejang dan sesak napas setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis di sekolahnya. "Tadi kejang-kejang, menggigil mau muntah tapi tidak bisa," kata Irdin.
Sebelumnya, sebanyak 10 siswa dilarikan ke Puskesmas Tapalang setelah diduga keracunan MBG yang mereka santap di sekolah. Kapolsek Tapalang, Iptu H. Mino, menyebutkan bahwa korban berasal dari SDN Taan Galung dan SMP Negeri 1 Tapalang. Seiring berjalannya waktu, jumlah siswa yang dirawat semakin bertambah.
Dinas Kesehatan Mamuju Tindak Lanjut Kasus Keracunan
Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju mencatat ada 23 siswa yang dirawat di puskesmas dan rumah sakit setelah diduga keracunan MBG.
Para siswa tersebut berasal dari SDN Taan Galung dan SMP Negeri 1 Tapalang.
"Sampai tadi pagi jam 8, yang diduga akibat keracunan ada 23," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, Sita Harit Ibrahim.
Sita menambahkan bahwa dua siswa yang dirawat di Puskesmas Tapalang telah dirujuk ke rumah sakit umum di Mamuju dan kondisinya mulai membaik.
Sita juga menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Mamuju bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah berkoordinasi untuk menelusuri penyebab keracunan dengan mengambil sampel makanan yang dikonsumsi oleh siswa.
Pemeriksaan Sanitasi dan Keamanan Makanan
Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju melakukan pengawasan terkait penyajian makanan dan sanitasi kesehatan lingkungan.
"Dinkes melakukan pengawasan atau inspeksi terkait sanitasi kesehatan lingkungannya," tambah Sita.
Sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan telah dibawa ke BPOM Mamuju untuk dianalisis lebih lanjut.
Pemerintah setempat memastikan akan terus memantau situasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan Kejang dan 23 Siswa di Mamuju Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Sekolah.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.