Sejarah Christmas Cake, Kue Natal Klasik ala Pedesaan Inggris

christmas cake, Sejarah Christmas Cake, Kue Natal Klasik ala Pedesaan Inggris

 Christmas cake adalah kue tradisional khas Inggris yang identik dengan perayaan Natal.

Kue ini dikenal bertekstur padat dan kaya rasa karena menggunakan campuran berbagai buah kering seperti kismis, buah beri kecil, sultana, serta rempah-rempah hangat.

Berbeda dari cake pada umumnya, christmas cake justru dibuat jauh hari sebelum Natal agar rasanya semakin menyatu dan tahan lama hingga hari perayaan.

Di Indonesia, banyak pula dapur-dapur rumah yang mengolah christmas cake ini menjelang Natal.

Aroma adonan dan rempah menyatu dan mengharumkan seisi ruangan rumah, menghadirkan nuansa Natal yang khas.

Apa itu christmas cake?

Imelda Saunders, salah satu pemilik Makabana Bistro Semarang menjelaskan bahwa christmas cake tradisional selalu hadir di rumah-rumah warga Inggris menjelang hari raya Natal.

"Sudah menjadi tradisi jika Natal tiba, terutama di keluarga saya (suami orang Inggris), christmas cake selalu ada di setiap hidangan Christmas dinner atau boxing day (hari setelah natal)," paparnya kepada Kompas.com, Selasa (23/12/2025).

Christmas cake juga sering disebut fruit cake karena memiliki topping beragam buah-buahan.

Kue ini berbeda dengan kue pada umumnya yang lebih lembut. Christmas cake justru cenderung  bertekstur padat, namun penuh cita rasa dan sangat moist sehingga bisa dinikmati tanpa tambahan apa pun. 

Menurut Imelda, ia dan keluarganya selalu menyiapkan christmas cake sehari sebelum Natal,  dengan proses perendaman buah-buahan kering semalaman, seperti kismis, ceri, aprikot dan kacang-kacangan.

Selain itu, menurut Imelda, kue ini juga sering "dibumbui" dengan rempah-rempah seperti kayu manis dan cengkih. 

"Kue ini memiliki adonan yang kaya, sering kali menggunakan mentega, gula palem, dan terkadang direndam dalam alkohol seperti rum atau jus buah untuk menambah kelembapan dan rasa," ujarnya.

Sejarah christmas cake

Dilansir dari laman Baking Heritage, christmas cake merupakan tradisi kue khas Natal yang sangat melekat dengan budaya Inggris sejak berabad-abad lalu.

Christmas cake bermula dari evolusi beberapa jenis kue buah yang sudah ada di Eropa sejak abad pertengahan.

Pada masa itu, rempah dan buah kering mulai diolah bersama dalam adonan karena gula yang lebih murah sudah tersedia dan teknik pengawetan buah juga sudah dikenal. Sehingga terciptalah kue buah yang padat dan tahan lama.

Pada abad ke-18 dan ke-19, versi Inggris dari fruit cake berkembang pesat.

Buah-buahan kering seperti kismis dan sultana direndam dalam brandy, rum, wiski, atau sherry, lalu dicampur dalam adonan cake yang kemudian dilapisi marzipan dan icing sebagai hiasan Natal yang meriah, dicukil dari laman BBC Good Food.

Sejarahnya juga berkaitan dengan tradisi sosial dan perubahan budaya di Inggris.

Selama pemerintahan Puritan pada abad ke-17, perayaan Natal dan hidangannya, termasuk cake buah, sempat dilarang karena dianggap berlebihan, namun setelah restorasi monarki tradisi tersebut kembali hidup dan berkembang.

Pada Era Victoria, christmas cake makin mendunia, didorong oleh popularitasnya di kerajaan dan ekspansi perdagangan Inggris yang membawa rempah-rempah, buah, dan gula dari berbagai penjuru dunia.

Kue ini biasanya dibuat beberapa minggu sebelum Natal, lalu “diberi makan” dengan alkohol secara berkala untuk memperkaya aroma dan tekstur, serta disimpan sampai musim perayaan tiba.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang