Tanggal 17 Desember Memperingati Apa? Ini Daftar Hari Penting dan Sejarahnya
Tanggal 17 Desember 2025 jatuh pada hari Rabu. Tanggal ini memiliki makna penting karena diperingati melalui sejumlah momentum bersejarah dan kultural, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Mulai dari Hari Ulang Tahun (HUT) Kodam V Brawijaya, Hari Pantun Nasional, hingga HUT Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), peringatan ini mencerminkan perjalanan panjang sejarah pertahanan, kebudayaan, dan pembangunan di Indonesia.
Berbagai peringatan tersebut tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi atas nilai-nilai perjuangan, pelestarian warisan budaya, serta arah pembangunan ke depan. Berikut rangkuman peringatan penting yang jatuh pada 17 Desember 2025.
Apa Makna HUT Kodam V Brawijaya yang Diperingati Setiap 17 Desember?
Setiap tanggal 17 Desember, TNI Angkatan Darat memperingati Hari Ulang Tahun Kodam V Brawijaya. Pada tahun 2025, Kodam V Brawijaya genap berusia 77 tahun.
Kodam ini merupakan komando kewilayahan pertahanan militer yang wilayah tanggung jawabnya meliputi Provinsi Jawa Timur.
Melansir dari situs resmi Kodam V Brawijaya, cikal bakal satuan ini bermula dari Keputusan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor A/532/48 tertanggal 25 Oktober 1948.
Keputusan tersebut menetapkan penggabungan tiga divisi, yakni Divisi V Ronggolawe, Divisi VI Narotama, dan Divisi VII Soeropati, menjadi TNI Divisi I Jawa Timur.
Peresmian TNI Divisi I Jawa Timur dilaksanakan pada 17 Desember 1948 di Lapangan Kuwak, Kediri.
Upacara tersebut dipimpin oleh Panglima Tentara Teritorium Jawa, Kolonel Abdul Haris Nasution, sebagai Inspektur Upacara. Tanggal peresmian inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kodam.
Nama Brawijaya sendiri baru digunakan beberapa tahun kemudian. Penyematan sebutan Brawijaya dilakukan pada 17 Desember 1951, mengambil nama dari dinasti penguasa Kerajaan Majapahit yang dikenal berhasil mempersatukan wilayah Nusantara.
Nama ini mencerminkan semangat persatuan, perjuangan, dan keteguhan dalam menjaga kedaulatan wilayah.
Meski telah menggunakan nama Brawijaya, proses reorganisasi satuan terus berlangsung. Hingga akhirnya, pada 12 Januari 1985, terbit Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Nomor Kep/4/1985 yang menetapkan perubahan nama Kodam VIII/Brawijaya menjadi Kodam V/Brawijaya seperti yang dikenal hingga kini.
Mengapa 17 Desember Ditetapkan sebagai Hari Pantun Nasional?
Selain memiliki makna sejarah di bidang pertahanan, tanggal 17 Desember juga diperingati sebagai Hari Pantun Nasional.
Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan peringatan ini melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 163/M/2025 yang ditetapkan pada 7 Juli 2025.
Penetapan Hari Pantun Nasional menjadi bentuk pengakuan negara terhadap pantun sebagai salah satu warisan sastra lisan Nusantara yang telah hidup, berkembang, dan diwariskan secara turun-temurun selama berabad-abad.
Pantun tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai media pendidikan, penyampai nasihat, serta sarana komunikasi sosial dalam berbagai tradisi masyarakat.
Pengakuan terhadap pantun sejatinya telah lebih dulu datang dari dunia internasional. Pada 17 Desember 2020, pantun resmi masuk dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan UNESCO.
Pengumuman tersebut dilakukan dalam sidang UNESCO yang berlangsung di Paris, Prancis, dan diselenggarakan secara daring dengan Jamaika sebagai tuan rumah sidang.
Pantun diajukan ke UNESCO sejak 2017 melalui mekanisme joint nomination oleh Indonesia dan Malaysia.
Kolaborasi lintas negara ini menegaskan bahwa pantun merupakan tradisi lisan yang hidup dan berkembang di kawasan Asia Tenggara, serta menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Melayu dan Nusantara.
Apa Arti Penting HUT Provinsi Nusa Tenggara Barat?
Peringatan penting lainnya pada 17 Desember adalah Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat. Provinsi NTB resmi berdiri pada 17 Desember 1958 berdasarkan Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958.
Peringatan HUT NTB menjadi momentum refleksi bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk menengok kembali perjalanan sejarah pembentukan provinsi, capaian pembangunan, serta tantangan yang dihadapi ke depan.
Selama puluhan tahun, NTB terus berkembang sebagai daerah dengan kekayaan budaya, tradisi, dan potensi pariwisata yang beragam.
Provinsi ini dikenal dengan warisan budaya yang kuat, mulai dari tradisi Sasak, Samawa, hingga Mbojo, serta destinasi wisata unggulan yang terus menarik perhatian nasional dan internasional.
Dengan beragam peringatan tersebut, tanggal 17 Desember 2025 menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan, pelestarian budaya, dan pembangunan daerah merupakan fondasi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang