VinFast Siap Ekspor Mobil Listrik dari Indonesia
Tak hanya untuk keperluan domestik, VinFast memastikan akan mengekspor hasil produksi mereka. Komitmen ini merupakan salah satu strategi global mereka yang ingin menjadi pemain penting di segmen mobil listrik dunia.
Pabrikan asal Vietnam ini menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara setir kanan. Besarnya pasar kendaraan dinilai menjadi daya tarik tersendiri.
“Ketika memilih Indonesia tentu kami juga mempertimbangkan untuk melakukan ekspor dari sini. Terlebih banyak negara right hand drive yang bisa menjadi pasar,” ungkap Pham Sanh Chau, CEO Vinfast Asia (15/12).
Namun dirinya mengakui bahwa untuk mencapai hal tersebut diperlukan banyak pertimbangan. Khususnya pemenuhan permintaan pasar domestik.

“Ketika kami menilai bahwa pasar domestik di Indonesia sudah terpenuhi, barulah pasar ekspor akan dipertimbangkan. Bulan depan, produksi juga sudah berjalan sehingga bisa dilihat kira-kira berapa volume yang bisa dikirim,” tambahnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa Vinfast resmi membuka pabrik mereka di Subang, Jawa Barat. Fasilitas ini berdiri diatas lahan seluas 171 hektar dan rencananya akan dibangun secara bertahap.
“Pada tahap pertama pembangunan dilakukan selama 17 bulan dan menggunakan sekitar 10 hektar. Sementara total investasinya adalah sekitar USD 300 juta atau sekitar 4,8 triliun,” ungkap Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia (15/12).
Pabrik VinFast memiliki kapasitas sebesar 50.000 unit per tahun. Jumlah ini diklaim masih cukup buat memenuhi kebutuhan pasar domestik di Tanah Air.

Terlebih sepanjang Januari hingga November 2025, VinFast Indonesia tercatat telah menjual sebanyak 2.957 unit. Jumlah itu membuat mereka duduk di posisi 15 pabrikan mobil terlaris Tanah Air dan menguasai 0,4 persen dari total pasar Indonesia.
Ia pun mengungkap bahwa mereka bakal menyerap sekitar 900 tenaga kerja. Namun jumlah tersebut masih diisi secara bertahap seiring dengan mulai berjalannya produksi kendaraan.
“Untuk model yang akan diproduksi di sini mencakup VF3, VF5, VF6, VF7 dan nantinya MPV. Kami sadar potensi pada segmen tersebut masih sangat besar di Indonesia,” pungkasnya.