Banjir Pidie Jaya Rusak 5.959 Kendaraan dan ibuan Ternak, Polisi Terobos Medan Berat Salurkan Bantuan

Pidie Jaya, Banjir Pidie Jaya Rusak 5.959 Kendaraan dan ibuan Ternak, Polisi Terobos Medan Berat Salurkan Bantuan, Ribuan Kendaraan Warga Rusak Akibat Banjir Bandang, Ribuan Ternak Mati Disapu Banjir, Warga Terjebak di Rumah, Selamatkan Diri Lewat Plafon, Polres Pidie Terjunkan Tim Trail Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir, Kapolres: Polri Hadir untuk Masyarakat di Situasi Darurat

— Banjir bandang Pidie Jaya yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) dini hari meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Bencana alam tersebut tidak hanya merenggut nyawa warga, tetapi juga menghancurkan harta benda, merusak ribuan kendaraan, menewaskan hewan ternak, serta menimbun areal persawahan produktif dengan lumpur tebal.

Material lumpur akibat banjir bandang menutup jalan-jalan utama hingga menyatu dengan lahan pertanian. Sawah warga yang sebelumnya produktif kini tidak bisa lagi digarap karena tertimbun lumpur dalam jumlah besar.

Ribuan Kendaraan Warga Rusak Akibat Banjir Bandang

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya yang dirilis pada Jumat (12/12/2025), tercatat 5.959 unit kendaraan warga mengalami kerusakan akibat banjir bandang tersebut.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA, mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan menyeluruh di sejumlah kecamatan terdampak.

“Data terakhir jumlah kendaraan rusak 5.959 unit. Terdiri dari Trienggadeng 546 unit, Meureudu 1.403 unit, Meurah Dua 2.329 unit, Ulim 374 unit, Jangka Buya 436 unit, dan Bandar Dua (Ulee Gle) 871 unit,” ujar Sibral Malasyi, Jumat (12/12/2025).

Selain kendaraan milik warga, banjir bandang juga merusak kendaraan operasional Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, yakni empat unit kendaraan pengangkut sampah dan 14 unit kendaraan dinas.

Tak hanya itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut terdampak dengan empat unit kendaraan rusak, masing-masing dua unit di Kecamatan Meureudu, satu unit di Kecamatan Ulim, dan satu unit di Kecamatan Bandar Dua.

Ribuan Ternak Mati Disapu Banjir

Dampak banjir bandang Pidie Jaya juga terasa sangat parah di sektor peternakan. Bupati Sibral Malasyi menyebut jumlah hewan ternak yang mati akibat terjangan air bah mencapai ribuan ekor.

Tercatat, lembu dan kerbau yang mati mencapai 3.955 ekor, dengan rincian di Bandar Baru 382 ekor, Panteraja 155 ekor, Trienggadeng 465 ekor, Meureudu 1.248 ekor, Meurah Dua 515 ekor, Ulim 468 ekor, Jangka Buya 244 ekor, dan Bandar Dua 478 ekor.

Sementara itu, kambing dan domba yang mati akibat banjir bandang mencapai 5.400 ekor, tersebar di Bandar Baru 770 ekor, Panteraja 430 ekor, Trienggadeng 545 ekor, Meureudu 835 ekor, Meurah Dua 715 ekor, Ulim 723 ekor, Jangka Buya 532 ekor, serta Bandar Dua 750 ekor.

Selain ternak besar dan kecil, unggas milik warga juga terdampak parah. BPBD mencatat sebanyak 100.998 ekor unggas mati, dengan sebaran terbanyak di Meurah Dua sebanyak 20.400 ekor dan Meureudu 16.950 ekor.

Warga Terjebak di Rumah, Selamatkan Diri Lewat Plafon

Keuchik Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, A Halim Ishak, mengungkapkan banjir bandang datang secara tiba-tiba dengan ketinggian air yang ekstrem, sehingga warga tidak sempat menyelamatkan harta benda maupun hewan peliharaan.

“Saat debit air banjir tinggi, warga rata-rata terkurung di dalam rumah. Mereka menyelamatkan diri dengan menerobos plafon hingga naik ke atas atap. Sebagian bertahan di dalam rumah dengan naik ke atas meja atau tempat yang lebih tinggi,” kata Halim kepada Serambinews.com, Sabtu (13/12/2025).

Ia menambahkan, banyak kendaraan warga tertimbun lumpur dan binatang peliharaan mati karena derasnya arus air bah.

Polres Pidie Terjunkan Tim Trail Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir

Di tengah kondisi darurat pascabencana, Tim Trail Seulanga Polres Pidie turun langsung menyalurkan bantuan sembako ke wilayah terisolir di Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (13/12/2025).

Tim harus menghadapi medan yang sangat berat, mulai dari jalan terputus, lumpur tebal, tanjakan curam, hingga jalur pegunungan yang naik turun. Aksi kemanusiaan tersebut dimulai dari Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie.

Bantuan dilangsir dari titik jalan putus di Kilometer 11 Kuala Rawa menuju wilayah Lut Jaya, Kecamatan Rusep Antara, Aceh Tengah. Akses yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat membuat pendistribusian logistik hanya bisa dilakukan menggunakan sepeda motor trail.

Sebanyak 12 unit motor trail dikerahkan dalam misi kemanusiaan ini. Personel Polres Pidie harus berjibaku dengan medan licin, bebatuan, serta tanjakan panjang yang menguras tenaga.

Kapolres: Polri Hadir untuk Masyarakat di Situasi Darurat

Aksi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana SIK, MIK, bersama personel Polres Pidie.

“Kegiatan itu merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak keterbatasan akses jalan akibat kondisi alam,” kata AKBP Jaka Mulyana kepada Serambinews.com, Sabtu malam.

Ia menegaskan, meskipun medan yang dilalui cukup berat, personel Polres Pidie tetap berupaya maksimal agar bantuan sembako dapat sampai dengan aman kepada warga yang terisolir.

Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman, harapan, dan semangat kebersamaan, terutama dalam kondisi darurat akibat bencana alam.

Aksi Tim Trail Seulanga Polres Pidie tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan pesan solidaritas dan kepedulian. Kehadiran personel kepolisian di tengah keterbatasan akses menjadi simbol harapan bagi masyarakat terdampak banjir bandang Pidie Jaya bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah.

Masyarakat di wilayah tujuan pun menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur dan haru, serta mengapresiasi langkah Polres Pidie yang rela menembus medan ekstrem demi memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Kendaraan Rusak di Pidie Jaya 5.959 Unit Akibat Terkubur Lumpur Banjir, Hewan Ternak Mati 9.200 Ekor

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini