Cara Mengusir Nyamuk di Musim Hujan, Apa yang Benar-benar Efektif di Borneo?

nyamuk, Kalimantan, cara mengusir nyamuk, Cara Mengusir Nyamuk di Musim Hujan, Apa yang Benar-benar Efektif di Borneo?, 1. Hilangkan tempat nyamuk berkembang biak, 2. Terapkan 3M Plus, 3. Gunakan bahan alami lokal, 4. Pasang barier fisik di rumah, 5. Kenakan pakaian pelindung

Musim hujan di Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur, biasanya ditandai dengan curah hujan tinggi dan kelembapan udara yang meningkat, menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

Genangan air di pekarangan, selokan, bak penampungan, hingga pot tanaman menjadi tempat berkembang biaknya larva nyamuk.

Kondisi ini membuat risiko penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), meningkat secara signifikan.

Warga yang tinggal dekat sungai, rawa, atau area perkebunan sawit pun lebih rentan karena habitat nyamuk alami mudah menjalar ke permukiman, seperti dilansir dari laman Indonesia.go.id.

Lantas, langkah apa yang bisa digunakan untuk mengusir dan mencegah gigitan nyamuk?

Cara mengusir nyamuk

Peningkatan populasi nyamuk di musim hujan menuntut langkah pencegahan yang lebih disiplin.

Pemerintah menganjurkan strategi 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, serta tambahan tindakan seperti pemasangan kelambu dan penggunaan repelan.

Selain itu, pemanfaatan bahan alami lokal seperti serai wangi, daun pandan, atau daun salam Kalimantan dapat membantu mengusir nyamuk tanpa bahan kimia berbahaya.

Kombinasi langkah ini sangat penting untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk dan menjaga kesehatan keluarga di musim hujan yang panjang, seperti dicukil dari laman ayosehat.kemkes.go.id.

Berikut cara mengusir nyamuk yang efektif:

1. Hilangkan tempat nyamuk berkembang biak

Langkah paling penting adalah mengurangi habitat berkembang biaknya nyamuk.

Nyamuk Aedes memilih genangan air kecil, misalnya di ember, pot tanaman, kaleng bekas, bak mandi, selokan, dan penampungan air lain.

Jadi, lakukan ini:

  • Kosongkan, kuras, dan sikat wadah penampungan air minimal seminggu sekali.
  • Buang atau tutup rapat barang bekas yang bisa menampung air hujan seperti botol, ban, dan bak tua.
  • Perbaiki saluran air agar tidak terjadi genangan.

Ini adalah rekomendasi utama menurut World Health Organization (WHO) untuk menekan populasi nyamuk sejak awal siklus hidupnya. 

2. Terapkan 3M Plus

3M Plus adalah strategi pencegahan yang dianjurkan Kementerian Kesehatan RI melalui kampanye pemberantasan sarang nyamuk (PSN):

  • Menguras tempat air
  • Menutup rapat wadah penampungan air
  • Mendaur ulang barang yang berpotensi jadi tempat genangan
  • Plus: gunakan larvasida, pasang kelambu, dan jaga kebersihan lingkungan.

3. Gunakan bahan alami lokal

Selain repelan kimia seperti DEET atau picaridin, sejumlah bahan alami lokal Kalimantan terbukti efektif mengusir nyamuk, yaitu:

  • Daun pandan: aroma daun pandan bisa mengusir nyamuk di rumah. Cukup letakkan beberapa helai di sudut ruangan atau pot tanaman.
  • Serai wangi/lemon grass: minyak serai wangi adalah repelan alami. Bisa ditanam di pekarangan atau dibuat larutan semprot.
  • Daun salam Kalimantan/daun jeruk purut: direbus lalu disemprotkan sebagai pengusir nyamuk alami.
  • Bawang putih: air rebusan bawang putih dapat disemprotkan di sekitar rumah untuk mengurangi populasi nyamuk.

WHO juga menyarankan penggunaan tanaman pengusir nyamuk dan minyak esensial alami sebagai tambahan untuk mengurangi gigitan nyamuk. 

4. Pasang barier fisik di rumah

Kasa nyamuk di pintu dan jendela dapat mencegah nyamuk masuk. Kelambu di tempat tidur juga sangat efektif menjaga anggota keluarga dari gigitan nyamuk.

Selain itu, AC atau kipas angin juga dapat membantu membuat nyamuk sulit mendekat.

5. Kenakan pakaian pelindung

Saat di luar rumah, kenakan baju lengan panjang dan celana panjang. Usahakan pilih warna terang, karena nyamuk lebih tertarik warna gelap.

Gunakan pula sepatu dan kaus kaki saat berada di luar rumah, terutama di sekitar ladang atau hutan.

Nah, itulah 5 cara mengusir nyamuk dan melindungi tubuh dari risiko gigitan nyamuk yang memicu DBD.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang