504 Gateway Time-out
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya kemunculan bibit siklon tropis 93S di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) bagian selatan yang memicu cuaca ekstrem.
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG Miming Saepudin mengatakan bahwa bibit siklon tropis itu sudah terbentuk pada 11 Desember sekitar pukul 07.00 atau 08.00 Wita.
“Potensi bibit siklon tropis 93S berkembang menjadi siklon tropis dalam kategori peluang rendah,” ujar Miming di Mataram, NTB, seperti dikutip Antara, Jumat (12/12/2025).
Penyebab terbentuknya bibit siklon tropis 93S
Miming menjelaskan bahwa bibit siklon tropis 93S terbentuk karena aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan gelombang frekuensi rendah di sekitar sistem.
Faktor pendukung lainnya adalah suhu permukaan laut yang cukup hangat antara 28 sampai 29 Celcius.
Lalu, wind shear yang lemah dan vortisitas yang berbeda dalam kategori sedang di lapisan bawah hingga menengah.
Namun, ada beberapa faktor yang kurang mendukung perkembangan sistem ini.
Salah satunya adalah kelembaban udara yang cukup kering di lapisan 500 hingga 200 hPa, serta konvergensi dan divergensi yang masih lemah.
Selain itu, belum adanya inflow angin yang kuat menuju sistem juga menjadi kendala.
BMKG memperkirakan bibit siklon tropis 93S masih akan tetap bertahan, dengan sirkulasi yang cenderung melebar dan bergerak perlahan ke arah barat hingga barat daya.
Miming mengatakan, intensitas sistem diprakirakan akan meningkat secara perlahan, dengan pola sirkulasi yang menjadi lebih baik di lapisan bawah hingga menengah.
Dampak bibit siklon tropis 93S terhadap cuaca di Indonesia
Selanjutnya, Miming mengungkapkan bahwa bibit siklon tropis 93S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di daerah perairan NTB bagian selatan.
BMKG memprakirakan, bibit siklon tropis ini akan mempengaruhi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah berikut:
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur (NTT) bagian barat
Cuaca ekstrem tersebut diprakirakan akan berlangsung hingga Jumat pukul 13.00 WIB atau 14.00 Wita.
Selain itu, bibit siklon tropis 93S berpotensi menyebabkan gelombang tinggi kategori sedang di wilayah berikut:
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT
- Perairan selatan Jawa Timur
- Selatan Bali
- Selat Lombok
- Selat Alas bagian selatan
Ketinggian gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang