Cuci Gudang, Persija Jakarta Resmi Lepas 7 Pemain Asing Sekaligus
Persija Jakarta mulai melakukan perombakan besar-besaran usai berakhirnya Super League 2025/2026. Tak tanggung-tanggung, Macan Kemayoran resmi berpisah dengan tujuh pemain asing sekaligus sebagai bagian dari persiapan menyongsong musim baru.
Keputusan tersebut menandai dimulainya era baru di tubuh Persija setelah gagal memenuhi ekspektasi pada musim lalu.
Tujuh pemain asing yang dipastikan angkat kaki dari Jakarta adalah Carlos Eduardo, Bruno Tubarao, Jean Mota, Emaxwell Souza, Allano Lima, Thales Lira, dan Alaaeddine Ajaraie.
Lima nama pertama meninggalkan Persija setelah kontrak mereka berakhir seiring berakhirnya kompetisi. Sementara Thales Lira dan Alaaeddine Ajaraie kembali ke klub asal masing-masing setelah masa peminjaman mereka selesai.
Thales akan kembali memperkuat Arema FC, sedangkan Ajaraie pulang ke klub India, NorthEast United.
Dari seluruh pemain yang dilepas, Carlos Eduardo menjadi sosok yang paling lama membela Persija. Kiper asal Brasil itu bergabung sejak musim Liga 1 2024/2025 dan menghabiskan dua musim bersama Macan Kemayoran.
Pada musim terakhirnya, Eduardo tampil dalam 21 pertandingan dengan catatan delapan clean sheet dan 31 penyelamatan penting.
Sementara itu, Emaxwell Souza menjadi pemain paling produktif di antara para pemain asing Persija musim lalu. Penyerang asal Brasil tersebut sukses mengemas 16 gol dan empat assist sepanjang kompetisi.
Tak kalah impresif, Allano Lima juga tampil menonjol dengan torehan sembilan gol dan sembilan assist. Catatan tersebut membuatnya menjadi penyumbang assist terbanyak Persija sepanjang musim.
Bruno Tubarao turut memberikan kontribusi lewat satu gol dan empat assist dari 27 penampilannya bersama tim ibu kota.
Sedangkan Jean Mota dan Alaaeddine Ajaraie yang bergabung pada paruh musim mampu memberikan warna baru di lini serang Persija.
Jean Mota mencatatkan satu gol dan empat assist, sementara Ajaraie menyumbangkan tiga gol serta satu assist selama memperkuat Macan Kemayoran.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme yang telah ditunjukkan ketujuh pemain tersebut selama membela klub.
"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada mereka yang selama ini telah menunjukkan etos kerja, perjuangan, dan profesionalisme yang luar biasa dari hari ke hari bersama Persija," ujar Prapanca.
Menurutnya, kontribusi para pemain tersebut akan selalu menjadi bagian dari perjalanan klub berjuluk Macan Kemayoran.
"Persija akan terus mengenang kontribusi mereka sebagai bagian dari keluarga besar Macan Kemayoran. Terima kasih atas kebanggaan dan perjuangan yang telah diberikan untuk Persija. Semoga sukses untuk perjalanan karier berikutnya," lanjutnya.
Prapanca juga memastikan manajemen tidak tinggal diam. Saat ini Persija tengah menyusun kekuatan baru untuk menghadapi musim depan dengan target yang lebih tinggi.
"Saat ini kami terus bekerja untuk membentuk tim yang lebih tangguh pada musim depan, termasuk mendatangkan pelatih dan pemain-pemain yang dapat mengantarkan Persija ke level yang lebih baik," katanya.
Eksodus tujuh pemain asing ini melanjutkan perubahan besar yang sudah lebih dulu terjadi di kursi pelatih. Sebelumnya, Mauricio Souza dipastikan tidak akan melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih Persija musim depan.
Hingga saat ini, Persija masih belum mengumumkan siapa sosok pelatih baru yang akan memimpin tim di Super League 2026/2027.
Tak hanya itu, manajemen juga belum membocorkan nama-nama pemain anyar yang akan didatangkan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan para pemain asing tersebut.
Yang jelas, gelombang perombakan besar telah dimulai. Persija tampaknya benar-benar ingin membangun wajah baru demi kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar musim depan.