Said Aldi: Distribusi Listrik ke Rumah Warga Aceh Butuh Waktu Panjang

PP AMPG meninjau lokasi terdampak banjir di Aceh
PP AMPG meninjau lokasi terdampak banjir di Aceh

Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Said Aldi Al Idrus meminta publik memahami tantangan teknis mengenai pemulihan kelistrikan pasca bencana di Aceh. 

Meski sistem kelistrikan utama telah pulih signifikan, dia menyebut proses distribusi aliran listrik hingga benar-benar menyala di setiap rumah warga membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Hal itu disampaikan Said Aldi meluruskan polemik terkait pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai kondisi listrik di Aceh sudah menyala 93 persen pasca banjir bandang.  

Menurut Said, angka tersebut merujuk pada kesiapan infrastruktur vital, namun penyaluran ke tingkat pelanggan menghadapi kendala lapangan yang kompleks.

“Poin pentingnya adalah sistem kelistrikan Aceh (pembangkit, transmisi, dan gardu induk) memang sudah 93% pulih dan mampu menyalurkan listrik. Namun, proses distribusi ke rumah warga tentu membutuhkan waktu lebih panjang, terutama di wilayah yang terdampak paling parah,” kata Said Aldi saat meninjau langsung lokasi terdampak di Aceh Tamiang, Kamis, 11 November 2025.

Dalam kunjungannya di lapangan bersama pengurus pusat PP AMPG, Said melihat langsung kendala teknis yang dihadapi petugas.

Ia menjelaskan bahwa kondisi pascabencana menyebabkan banyak jaringan tegangan menengah mengalami kerusakan dan akses jalan yang terputus mempersulit gerak petugas. Akibatnya, perbaikan gardu distribusi harus dilakukan secara bertahap dari satu titik ke titik lain.

“Sangat wajar bila angka pemulihan sistem sudah tinggi, tetapi masih ada wilayah tertentu yang belum merasakan listrik secara penuh. Ini karena dinamika teknis di lapangan yang berubah dari jam ke jam, bukan karena kesalahan data,” tutur dia.

Said Aldi menambahkan, pernyataan Menteri ESDM harus dilihat sebagai bentuk optimisme terukur dan transparansi mengenai kesiapan pasokan daya, bukan upaya menutupi kondisi masyarakat. 

Ia justru mengajak semua pihak untuk mengapresiasi kerja keras petugas PLN yang bertaruh nyawa bekerja 24 jam demi memulihkan jaringan yang rusak.

“Prioritas tertinggi saat ini adalah memastikan seluruh wilayah Aceh segera kembali terang. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mendukung percepatan pemulihan distribusi ini, bukan memperuncing perbedaan data yang justru memecah fokus utama,” pungkas Said Aldi.