Otrovert, Kepribadian yang Tampak Ekstrovert tapi Butuh Waktu Sendiri

ekstrovert, introvert, otrovert, Otrovert, Kepribadian yang Tampak Ekstrovert tapi Butuh Waktu Sendiri, Aktif Bersosialisasi, tapi Tetap Butuh Waktu Sendiri, Perbedaan Otrovert dan Introvert,  Ilustrasi laki-laki introvert., Sering Merasa Seperti “Orang Luar”, Penting untuk Memahami Diri

Istilah introvert dan ekstrovert mungkin sudah tidak asing bagi banyak orang. Namun, belakangan ini muncul istilah baru dalam dunia psikologi populer, yaitu otrovert.

Istilah ini merujuk pada seseorang yang tampak ekstrovert di luar, tetapi sebenarnya memiliki kebutuhan seperti introvert dalam mengisi energi.

“Seorang otrovert mungkin terlihat seperti ekstrovert, tetapi sebenarnya memiliki sistem saraf yang lebih cenderung introvert,” ujar terapis Amelia Kelley, dikutip dari HuffPost, Kamis (26/2/2026).

Konsep otrovert diperkenalkan oleh psikiatris dr. Rami Kaminski dalam bukunya The Gift of Not Belonging yang terbit pada 2025.

Berbeda dengan ambivert yang memiliki keseimbangan antara sifat introvert dan ekstrovert, otrovert cenderung tampak ekstrovert di luar, tetapi tetap membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan energi.

Aktif Bersosialisasi, tapi Tetap Butuh Waktu Sendiri

Menurut Kelley, otrovert merupakan individu yang mampu beradaptasi dengan baik dalam lingkungan sosial, bahkan terlihat percaya diri dan ekspresif.

Namun, di balik itu, mereka tetap membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan energi setelah berinteraksi.

“Ini menggambarkan seseorang yang bisa tampil nyaman di lingkungan sosial, tetapi tetap membutuhkan waktu sendiri atau suasana yang lebih tenang untuk kembali seimbang,” jelasnya.

Kondisi ini membuat otrovert cukup fleksibel dalam bersosialisasi, tetapi tetap memiliki batas dalam hal energi sosial.

Perbedaan Otrovert dan Introvert

Sekilas, otrovert dan introvert terlihat mirip karena sama-sama membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi energi.

Namun, terdapat perbedaan dalam cara keduanya berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Otrovert cenderung lebih mudah beradaptasi dan mengekspresikan diri dalam situasi sosial, termasuk saat harus berbicara di depan banyak orang atau memimpin aktivitas kelompok.

“Kesamaannya terletak pada bagaimana mereka memulihkan energi, menemukan keseimbangan, dan menjaga kesejahteraan diri,” kata Kelley.

Umumnya, individu dengan otrovert melakukan cara tersebut saat sendiri atau di lingkungan yang lebih tenang.

Sementara itu, introvert umumnya lebih selektif dalam berinteraksi dan cenderung menghindari stimulasi sosial yang terlalu intens.

Ilustrasi laki-laki introvert.

Sering Merasa Seperti “Orang Luar”

Selain itu, otrovert juga kerap merasakan pengalaman sosial yang berbeda dibandingkan kebanyakan orang. Mereka bisa aktif dalam percakapan, tetapi tetap merasa tidak sepenuhnya terhubung secara emosional.

“Bukan karena mereka antisosial, tetapi karena mereka sangat peka terhadap dinamika sosial di sekitarnya,” ucap terapis Cheryl Groskopf.

Menurutnya, hal ini membuat otrovert sering merasa seperti berada “satu langkah di belakang” dalam interaksi sosial.

Mereka tetap menikmati kebersamaan, tetapi terkadang merasa tidak sepenuhnya dipahami atau terhubung.

Penting untuk Memahami Diri

Para ahli menekankan bahwa menjadi otrovert bukanlah sesuatu yang perlu diperbaiki. Sebaliknya, penting bagi individu untuk memahami kebutuhan dirinya sendiri, termasuk kapan perlu bersosialisasi dan kapan harus beristirahat.

“Cobalah tetap terhubung dengan kebutuhan internal, bukan hanya bergantung pada validasi dari luar,” kata Kelley.

Selain itu, orang terdekat juga diharapkan dapat memberikan ruang dan fleksibilitas tanpa memaksa otrovert untuk selalu aktif dalam situasi sosial.

Jika sudah memahami karakter ini, seseorang dapat lebih mengenali dirinya sekaligus membangun hubungan yang lebih sehat dan seimbang.

Pemahaman ini juga penting agar individu tidak merasa harus menyesuaikan diri secara berlebihan dalam situasi sosial. 

Dengan mengenali karakter dan batasannya, otrovert dapat menjalani interaksi sosial dengan lebih nyaman tanpa kehilangan keseimbangan diri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang