Ini Deretan Fenomena Langit Sepanjang Desember 2025: Ada Cold Moon hingga Hujan Meteor
Desember selalu menjadi bulan spesial bagi para pengamat langit. Malam-malamnya yang panjang dan minim cahaya memberikan kondisi ideal untuk menyaksikan berbagai fenomena astronomi.
Pada Desember 2025, deretan peristiwa langit kembali menjanjikan pengalaman yang menarik, mulai dari supermoon terakhir di tahun ini hingga hadirnya komet antarbintang yang sangat langka.
Supermoon terakhir tahun 2025 akan muncul pada 4 Desember dengan nama Full Cold Supermoon.
Fenomena ini menutup rangkaian Moonfest setelah dua supermoon sebelumnya terjadi berturut-turut pada Oktober dan November.
Bulan purnama akan mencapai fase penuhnya pada pukul 18.14 EST atau sekitar 06.14 WIB keesokan harinya.
Meskipun ukurannya tidak sebesar yang terlihat pada supermoon November, fenomena ini tetap memberikan pemandangan yang mengesankan bagi para pengamat langit.
Full Cold Moon dikenal sebagai bulan purnama yang muncul saat suhu udara mulai turun drastis di banyak wilayah di belahan bumi utara.
Mengapa Hujan Meteor Geminids Menjadi yang Paling Direkomendasikan?
Hujan Meteor Geminids, yang mencapai puncaknya pada 13 hingga 14 Desember, sering dinilai sebagai hujan meteor terbaik sepanjang tahun. Geminids terkenal karena kestabilannya dan jumlah meteor yang dapat terlihat dalam satu jam.
Puncaknya diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 pagi pada 14 Desember. Pada waktu tersebut, pengamat dapat menyaksikan hingga 75 meteor per jam jika kondisi langit cukup gelap.
Hujan meteor ini berasal dari titik radian di konstelasi Gemini, tepatnya dari area sekitar bintang kembar Castor dan Pollux.
Selain intensitasnya yang tinggi, waktu kemunculannya juga menguntungkan. Geminids biasanya mulai tampak hanya beberapa jam setelah senja dan terus berlangsung sepanjang malam, memberikan peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengamatinya.
Bagaimana Komet Antarbintang 3I/ATLAS Mendekati Bumi?
Komet 3I/ATLAS menjadi salah satu objek langit paling langka pada Desember 2025. Penanda "3I" dalam namanya menunjukkan bahwa komet ini merupakan objek ketiga dari luar Tata Surya yang pernah terdeteksi manusia.
Komet ini diperkirakan mencapai jarak terdekatnya dari Bumi pada 19 Desember. Namun, jarak tersebut masih sekitar 170 juta mil atau dua kali jarak antara Bumi dan Matahari.
Karena itu, meski fenomena ini sangat langka, komet 3I/ATLAS tetap tidak akan tampak dengan mata telanjang.
Pengamat membutuhkan teleskop untuk melihat komet ini dengan jelas. The Live Sky merekomendasikan area pengamatan di sekitar konstelasi Virgo dan Leo sebagai lokasi terbaik untuk mencarinya.
Apa Makna Solstis Musim Dingin pada 21 Desember?
Solstis musim dingin, yang jatuh pada 21 Desember, merupakan momen ketika malam menjadi yang terpanjang dan siang menjadi yang terpendek bagi wilayah di belahan bumi utara.
Peristiwa ini terjadi karena kemiringan sumbu Bumi sebesar 23,4 derajat terhadap orbitnya mengelilingi Matahari.
Penyair John Donne pernah menggambarkannya sebagai "tengah malamnya tahun", menandai titik ketika matahari berada pada posisi terendah di langit.
Meski bagi sebagian orang solstis menandai awal musim dingin, bagi pecinta astronomi justru menjadi kesempatan emas untuk menikmati langit malam lebih lama.
Mengapa Hujan Meteor Ursids Patut Disaksikan?
Sehari setelah solstis, yaitu pada 22 Desember, Hujan Meteor Ursids mencapai puncaknya. Meski jumlah meteor Ursids tidak sebanyak Geminids, fenomena ini tetap memberikan pertunjukan langit yang stabil.
Tahun 2025 menjadi waktu yang menguntungkan untuk menyaksikan Ursids karena minimnya cahaya bulan yang dapat mengganggu visibilitas meteor.
Menurut The Old Farmer's Almanac, waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini adalah tepat sebelum fajar.
Pengamat dapat melihat ke arah utara, tempat titik radian Ursids berada, dan menikmati fenomena meteor terakhir yang menghiasi langit pada tahun 2025.
Desember 2025 benar-benar menjadi bulan yang penuh kejutan bagi para pengamat langit. Dengan supermoon, dua hujan meteor, komet langka, dan solstis musim dingin, langit malam sepanjang bulan ini menawarkan banyak hal untuk dinikmati.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang