4 Mobil Mahindra Diserahkan ke Kemhan Buat Atasi Banjir Sumatera
RMA Indonesia selaku APM dari Mahindra menyerahkan empat unit Scorpio pickup double cabin 4x4 pada Kementerian pertahanan. Penyerahan ini merupakan hasil kerja sama mereka dengan PT Agrinas Pangan Nusantara.
Keempat model tersebut dipercaya bisa membantu pemerintah dalam mengatasi musibah banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Penyerahan armada ini merupakan langkah nyata perusahaan untuk membantu pemerintah dalam memperkuat kapasitas respons di lapangan.
“Kami memegang teguh tanggung jawab sosial sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Kami berharap, unit kendaraan Mahindra yang terkenal tangguh di segala medan ini dapat mempercepat distribusi logistik dan menjangkau saudara-saudara kita,” tegas Toto Suharto, Country Manager RMA Indonesia.
Kendaraan operasional ini memang dirancang untuk mengatasi medan berat dan diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan logistik di daerah terdampak, di mana akses jalan seringkali terputus atau tertimbun longsor.

Sementara itu Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan menyebut bahwa mobil tersebut bakal langsung dibawa ke daerah terdampak bencana. Ia pun berharap distribusi logistik bisa lebih mudah karena mobil memiliki performa yang tangguh,
"Tentu seyogyanya kami harapkan bisa untuk membantu di tiga daerah terdampak tersebut ya," ungkapnya.
Mahindra Scorpio Double Cabin dilengkapi mesin turbo diesel berkapasitas 2.200 cc. Jantung pacu tersebut mampu melepas tenaga 140 hp dan torsi 320 Nm.
Menariknya lagi, ia mengungkao bahwa kendaraan yang dihibahkan tersebut pun sudah memiliki sistem efisiensi bahan bakar minyak (BBM). Dengan ini maka diharapkan mobil bisa beroperasi lebih panjang.
"Kami berharap mobil bisa lebih banyak operasionalnya dibandingkan kendaraan yang boros BBM," tuturnya.

Tak hanya itu, Mahindra pun telah memasangkan sistem penggerak 4x4. Sehingga pengemudi bisa menghadapi beragam kondisi jalan yang ekstrem sekalipun.
Hal ini penting karena jalur evakuasi terus berubah-ubah dari aspal rusak ke medan lumpur ekstrem. Mobil juga memiliki kabin belakang yang memungkinkan membawa logistik untuk didistribusikan kepada para masyarakat terdampak bencana.