Mahindra Akui Belum Berencana Rakit Mobil di Indonesia

 RMA Indonesia sekali APM dari Mahindra di Tanah Air tidak ingin terburu-buru memproduksi kendaraan secara lokal. Mereka lebih memilih untuk membentuk pasar dengan menghadirkan mobil secara CBU terlebih dulu

Dengan strategi tersebut maka diharapkan masyarakat bisa melihat keunggulan dari kendaraan yang mereka tawarkan lebih dulu. Bila hal itu bisa tercapai bukan tidak mungkin penjualan makin besar dan mereka bisa mempertimbangkan untuk memproduksi mobil di dalam negeri.

“Kita lihat dulu, kalau kebutuhannya meningkat tentu bakal dipertimbangkan,” ungkap Toto Suharto, Country Manager RMA Indonesia (05/12).

Untuk meningkatkan penjualan, pihaknya akan menambah jumlah diler. Selain itu beragam layanan juga akan terus diberikan buat pelanggan.

Mahindra

Hal ini penting mengingat memasarkan kendaraan asal India tidaklah mudah. Ada beragam tantangan yang harus dihadapi terutama jika hadir dengan merek baru.

“Tapi sekarang konsumen sudah cerdas untuk melihat apakah produk yang dibeli value for money,” tegasnya.

Keputusan RMA Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menggarap pasar Tanah Air patut diapresiasi. Sebab ketatnya persaingan merek baru merupakan situasi yang tak dapat dipandang sebelah mata.

Garap Segmen Kendaraan Penumpang

Sebelumnya diberitakan bahwa RMA Indonesia selaku APM dari Mahindra berencana memperluas pasar di Indonesia. Salah satunya adalah dengan masuk ke segmen mobil penumpang yang pasarnya cukup besar.

“Mudah-mudahan tahun depan kami bisa mendatangkan kendaraan penumpang. Karena selama ini memang Mahindra lebih banyak di perkebunan atau tambah sehingga perkotaan kurang terlihat,” ungkap Toto.

Komitmen tersebut diharapkan bisa meningkatkan penjualan kendaraan di Tanah Air yang saat ini masih penuh tekanan. Pasalnya masyarakat jadi memiliki lebih banyak pilihan mobil untuk dimiliki.

Mahindra BE 6 Batman Edition

Ia juga mengungkap tidak menutup kemungkinan bakal membawa EV ke Indonesia. Pasalnya mereka memang memiliki model di segmen tersebut.

“Mahindra sudah memiliki mobil listrik di India, jadi saya kira itu akan menjadi hal menarik di Tanah Air. Tapi semua bisa menjadi opsi apakah ICE, EV atau malah keduanya,” pungkasnya.