Kondisi Korban Bencana di Langkat Dibongkar Ferry Irwandi: Minim Tenda hingga Tidur di Rel
Aktivis sekaligus influencer Ferry Irwandi kembali menjadi sorotan publik setelah ia turun langsung meninjau lokasi banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferry memperlihatkan kondisi mengenaskan yang dialami warga di kawasan pelosok Langkat, Sumatera Utara. Scroll lebih lanjut yuk!
Dokumentasi tersebut memperlihatkan bagaimana ribuan pengungsi terpaksa bertahan hidup di lokasi yang sama sekali tidak layak huni.
Dalam laporannya, Ferry menyebut bahwa masyarakat setempat terpaksa menempati area berbahaya demi menghindari genangan banjir yang belum surut. Banyak dari mereka tinggal tanpa perlindungan memadai, bahkan harus tidur di atas rel kereta api.
"Di pelosok Langkat kami mengunjungi tempat pengungsian korban bencana yang berisikan 2.000 orang dengan fasilitas yang sangat tidak memadai dan minim yang dibuat di atas rel kereta api," tulis Ferry Irwandi di Instagram, dikutip Jumat 5 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar warga nyaris tidak terpenuhi. Para pengungsi harus berjuang melewati malam tanpa pencahayaan, tanpa makanan yang cukup, serta minim pelindung dari hujan maupun dinginnya angin malam.
"Jangankan makanan, untuk sekadar tidurpun mereka kesulitan," kata Ferry Irwandi.
"Tenda sangat minim, ketika hujan, tenda yang ada tidak memadai untuk menampung seluruh keluarga ditambah mereka tidak memiliki sama sekali penerangan," tambahnya.
Yang membuat Ferry Irwandi semakin terpukul adalah situasi yang dialami para balita dan anak-anak. Mereka berada di tempat yang sangat terbatas bersama hewan-hewan ternak milik warga.
"Banyak anak kecil, bayi, hewan yang ada di pengungsian ini," ungkap Ferry.
Namun kunjungannya tidak berhenti pada pendataan dan dokumentasi belaka. Ferry turut membawa bantuan yang selama ini dikumpulkan bersama para donatur, dengan nilai mencapai Rp10 miliar. Bantuan itu langsung disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
"Kami menurunkan pax makanan, selimut, pampers, susu, botol susu dan alas tidur. Kamu juga segera membelikan tenda tambahan untuk mereka sehingga malam ini diharapkan mereka tidak lagi harus ketakutan dan tidur berhimpit-himpitan," jelasnya.
Selain memberikan bantuan logistik, Ferry Irwandi juga menyoroti persoalan struktural yang menyebabkan banjir semakin parah. Ia mendesak para pemangku kebijakan untuk segera turun tangan memperbaiki kerusakan infrastruktur yang menjadi penyebab utama terjadinya bencana.
"Diharapkan bantuan dari pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat bisa segera ke daerah ini, ada banyak titik bendungan jebol yang harus segera diperbaiki, agar mereka bisa pulang ke rumahnya kembali," tegas Ferry Irwandi.
Dengan paparan yang ia bagikan, Ferry berharap pemerintah dan masyarakat luas dapat memberi perhatian lebih terhadap kondisi para pengungsi, sekaligus mempercepat langkah pemulihan agar warga dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.